Bisnis.com, JAKARTA - Jerman terserang virus flu burung yang menyebabkan lebih dari 500.000 unggas seperti ayam, bebek, angsa, dan kalkun di 30 peternakan di dimusnahkan.
Pemusnahan dilakukan sejak awal September 2025, karena risiko penyebaran virus yang makin meluas, mengutip Instansi Riset Federal untuk Kesehatan Hewan (Friedrich-Loeffler-Institut/FLI), dikutip dari DW, Selasa (28/10/2025).
"Dan kami memperkirakan akan ada lebih banyak lagi," kata seorang juru bicara kepada kantor berita dpa, menjelaskan bahwa 23 kasus dugaan lainnya saat ini sedang diselidiki.
Menurut FLI, wabah flu burung biasanya muncul pada awal November di puncak musim migrasi, yang berarti wabah saat ini mungkin belum mencapai puncaknya.
Di negara bagian Rhineland-Palatinate di barat daya, otoritas setempat mengatakan kasus-kasus dugaan baru mencapai mereka setiap hari dan berbicara tentang "dinamika yang tidak biasa."
Wilayah yang paling parah terdampak adalah negara bagian Niedersachsen di utara dan timur (20 kasus), Thuringia (19), Brandenburg (19), dan Mecklenburg-Vorpommern (14). Namun, kasus juga telah terkonfirmasi di negara bagian Bavaria di selatan (delapan) dan negara bagian Rhine-Westphalia Utara di barat (lima).
Direktur FLI, Christa Kuhn, mengatakan bahwa ia kesulitan memprediksi perkembangan situasi flu burung di Jerman ke depannya.
Sementara itu, para ahli FLI tidak menutup kemungkinan bahwa penyebaran flu burung di Jerman dapat mencapai skala yang sebanding dengan musim dingin 2020–2021, ketika lebih dari dua juta unggas mati akibat flu burung di negara tersebut.
Stasiun tv tersebut menambahkan bahwa kerugian yang dialami peternakan terdampak mencapai jutaan euro. Wabah ini juga dikhawatirkan dapat memicu potensi kenaikan harga unggas bagi konsumen.