Bisnis.com, JAKARTA — Lonjakan influenza H3N2 di China dengan gejala yang lebih parah membuat banyak rumah sakit kesulitan menangani pasien, terutama anak-anak.
Peningkatan kasus flu dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Beijing, Tianjin, Hebei, Henan, Guangdong, Fujian, Shandong, dan Shanxi. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik karena beban rumah sakit semakin bertambah.
Kekhawatiran masyarakat makin besar setelah Peng Zhibin, peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Partai Komunis China, menyatakan tingkat infeksi terus meningkat menjelang akhir November 2025.
Meskipun tidak seberat H1N1, virus H3N2 atau influenza A ini tetap memiliki risiko yang cukup tinggi dibanding beberapa jenis flu lain. Data dari 2003 hingga 2013 menunjukkan bahwa tiga musim flu yang didominasi H3N2 justru mencatat angka kematian tertinggi.
Varian H3N2 yang telah mengalami mutasi kemudian mendominasi kasus flu pada musim 2014–2015 di Amerika Serikat. Perubahan tersebut membuat virus ini tidak lagi sesuai dengan varian H3N2 yang digunakan dalam vaksin pada musim itu.
Akibatnya, vaksin tersebut tidak memberikan perlindungan sekuat yang diharapkan terhadap flu. Meski begitu, vaksin tetap memberikan manfaat dan tidak sepenuhnya kehilangan efektivitasnya.
Untuk memahami risiko penyakit ini lebih jauh, dilansir dari Kemenkes, berikut gejala yang perlu diwaspadai hingga langkah pengobatan influenza H3N2.
Pada bayi dan balita, influenza dapat menimbulkan sejumlah gejala yang perlu diwaspadai orang tua, berikut gejalanya:
- Demam tinggi yang tiba-tiba.
- Batuk kering.
- Sakit tenggorokan.
- Pilek.
- Sakit kepala.
- Kelelahan dan lemas.
- Sakit otot dan sendi.
- Muntah dan diare (lebih jarang).
Untuk meminimalkan risiko tertular influenza H3N2, berikut beberapa langkah pencegahan berikut dapat diterapkan dalam keseharian:
- Vaksinasi: Pemberian vaksin flu tahunan menjadi langkah pencegahan paling utama.
- Hindari Kontak dengan Penderita: Upayakan menjauh dari area atau lingkungan yang sedang mengalami wabah flu.
- Cuci Tangan: Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat mengurangi kemungkinan penularan virus.
- Hindari Menyentuh Wajah: Mengurangi kontak tangan ke mata, hidung, dan mulut membantu mencegah masuknya virus ke dalam tubuh.
Penanganan influenza pada bayi dan balita umumnya dilakukan dengan memberikan perawatan yang membantu tubuh melawan infeksi dan meringankan gejalanya.
Berikut cara penangannya:
- Rehat yang Cukup: Pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang memadai untuk memulihkan energi tubuhnya.
- Pemantauan Suhu Tubuh: Gunakan obat penurun demam sesuai dosis yang dianjurkan untuk anak.
- Penggunaan Obat Antiviral: Obat seperti oseltamivir (Tamiflu) dapat membantu mengurangi tingkat keparahan dan durasi gejala jika diberikan dalam 48 jam pertama.
- Pemenuhan Cairan: Jaga agar anak tetap terhidrasi melalui ASI, susu formula, atau air sesuai kebutuhan. (Angel Rinella)