Bisnis.com, JAKARTA — Prancis akan memperkuat kerja sama dengan Indonesia pada 2026. Sejumlah sektor sudah dibidik untuk dijadikan fokus utama, mulai dari agronomi hingga teknologi. Sejumlah sektor itu dipilih untuk dapat mendukung program-program prioritas Pemerintah Indonesia seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan Asean, Fabien Penone menuturkan fokus kerja sama dengan tema inovasi dan kreasi (innovation and creation) itu sejalan dengan komitmen kedua negara dalam memperluas kemitraan strategis di tengah tantangan global dan transformasi ekonomi.
"Tahun inovasi ini dirancang untuk membuka dan mengoptimalkan potensi kerja sama kedua negara. Program tersebut akan mencakup berbagai sektor, mulai dari teknologi baru, pertanian, kesehatan, pertahanan, desain, ekonomi maritim, hingga industri budaya dan kreatif, serta sektor-sektor strategis lainnya," jelas Penone dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (16/12/2025).
Penone mengatakan salah satu fokus kerja sama yang didorong adalah dari sektor agronomi. Dia menegaskan, bidang tersebut menjadi prioritas bersama, sejalan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait makan bergizi gratis (MBG).
Penone menuturkan, Prancis dan Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama pertanian saat kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia. Dia menuturkan, salah satu bentuk implementasi nota tersebut adalah peluncuran program FortRiz bersama Lembaga Penelitian Pembangunan Prancis (IRD) pada Februari 2026 mendatang.
"Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu nutrisi program MBG melalui penggunaan beras yang diperkaya dengan vitamin dan mineral," jelas Penone.
Selain itu, Prancis juga siap mengembangkan kerja sama dengan Indonesia pada sektor ilmu pengetahuan dan teknologi. Penone menuturkan, Prancis akan fokus pada penguatan ekosistem perusahaan rintisan (startup) dan teknologi.
Menurutnya, Prancis dan Indonesia tengah menata kolaborasi yang lebih terstruktur antara ekosistem teknologi kedua negara. Dia menuturkan, Prancis akan menggelar French Tech Summit di Bali pada Oktober mendatang untuk mempertemukan wirausaha dan investor dari kedua negara guna mendorong proyek konkret.
Kemudian, kerja sama kemaritiman juga menjadi prioritas. Penone menuturkan, Prancis dan Indonesia sama-sama memiliki kepentingan strategis di sektor laut dan telah meluncurkan dialog maritim bilateral.
"Kerja sama diarahkan pada pengembangan teknologi kelautan, penguatan armada riset oseanografi, serta pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan," kata Penone.
Selain itu, sektor kesehatan juga masuk agenda utama kerja sama Prancis-Indonesia pada 2026. Penone menuturkan, kedua negara telah menandatangani MoU terkait peningkatan kerja sama pada bidang kesehatan.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Penone mengatakan Prancis akan menggelar French Healthcare Days pada September mendatang. Dia menuturkan, gelaran tersebut dilakukan untuk membuka peluang kerja sama di bidang farmasi, teknologi kesehatan, dan alat medis.
Sementara itu, kerja sama di sektor antariksa juga dinilai memiliki potensi besar. Penone menyebut, Prancis akan menyelenggarakan French Space Days pada September 2026 guna mempertemukan pelaku industri dan lembaga kedua negara untuk membahas teknologi antariksa dan peluang kolaborasi.
Pada ranah industri kreatif dan kebudayaan, kedua negara sepakat menjalankan strategi budaya bersama sebagaimana tertuang dalam Deklarasi Borobudur yang disepakati Macron dan Prabowo pada Mei lalu.
Penone menuturkan, kerja sama tersebut mencakup pertukaran seniman dan kreator, pengembangan industri kreatif, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Selain itu, Prancis juga akan meluncurkan ICC Immersion Program pada April 2026. Dia mengatakan, program ini melibatkan 12 perusahaan Prancis dan mitra Indonesia untuk mengembangkan proyek di bidang virtual reality dan augmented reality, arsitektur, serta inovasi kreatif lainnya.
Dia melanjutkan, pada sektor fesyen, inkubator Pintu yang telah berjalan sejak 2022 akan memperluas dukungan bagi desainer muda Indonesia agar dapat menembus pasar Prancis. Selanjutnya, di bidang perfilman, Prancis mendorong kerja sama produksi bersama melalui pertemuan ko-produksi Prancis–Asean yang akan mempertemukan puluhan produser dari kawasan, termasuk Indonesia.
Penone melanjutkan, fokus kerja sama pada 2026 juga merambah sastra dan literasi. Dia menuturkan, Indonesia akan bergabung dalam jaringan global Choix Goncourt (Goncourt Choices) mulai tahun depan.
Penone memaparkan, program Goncourt Choices memberi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia berbahasa Prancis untuk memberikan penghargaan pada salah satu finalis Hadiah Sastra Goncourt.
"Buku yang menjadi pemenang kemudian akan diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia, sehingga akan mempromosikan sastra kontemporer berbahasa Prancis serta mendorong proyek penerjemahan dan ko-kreasi sastra," kata Penone.