Bisnis.com, MAKASSAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 151 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi sepanjang periode 10 hingga 16 April 2026.
Utamanya untuk wilayah operasional Pusat Gempa Bumi Regional (PGR) IV Makassar yang mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Meski frekuensi kejadian cukup tinggi dan terasa di sejumlah daerah, otoritas terkait melaporkan tidak ada kerusakan yang ditimbulkan akibat aktivitas tektonik tersebut.
Berdasarkan data resmi BMKG, rentang kekuatan gempa selama sepekan terakhir bervariasi dengan magnitudo terbesar mencapai 4,7 dan magnitudo terkecil pada skala 1,1. Wilayah teraktif pada periode ini terpantau berada di jalur Sesar Matano dan Subduksi Utara Sulawesi.
Secara statistik, aktivitas seismik di Pulau Sulawesi didominasi oleh gempa dengan rentang magnitudo 2-3 sebanyak 73 kejadian, diikuti oleh gempa di bawah magnitudo 2 sebanyak 62 kejadian.
Sementara itu, rentang magnitudo 3-4 tercatat sebanyak 14 kejadian dan magnitudo 4-5 sebanyak 3 kejadian.
Dilihat dari sisi kedalaman, mayoritas gempa bumi terjadi pada kategori dangkal di bawah 60 kilometer (km) dengan jumlah mencapai 143 kejadian. Selebihnya, sebanyak 7 kejadian berada pada kedalaman menengah antara 60-300 km, serta satu kejadian gempa dalam yang terdeteksi pada kedalaman di atas 300 kilometer.
Rata-rata frekuensi gempa harian di Sulawesi mencapai 21 kejadian, dengan puncak aktivitas tertinggi terjadi pada 12 April 2026 yang menyentuh angka 35 kejadian dalam satu hari.
"Sebanyak 2,6% atau 4 kejadian gempa bumi di Sulawesi dirasakan, sementara sisanya 147 gempa tidak dirasakan," tulis BMKG melalui saluran Whatsapp resminya, Senin (20/4/2026).
Beberapa rangkaian gempa yang sempat dirasakan masyarakat dimulai pada 10 April 2026 di utara Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dengan kekuatan magnitudo 3,5 pada kedalaman 4 kilometer yang terasa hingga wilayah Wotu, Mangkutana, dan Angkona.
Selanjutnya pada 13 April 2026, gempa berkekuatan magnitudo 2,3 melanda tenggara Kendari, Sulawesi Tenggara, yang dirasakan di Konawe Selatan.
Memasuki pertengahan pekan, tepatnya pada 14 April 2026, getaran berkekuatan magnitudo 2,5 juga dirasakan di Palakka akibat gempa di tenggara Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Rangkaian aktivitas yang dirasakan ini ditutup dengan gempa di utara Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada 16 April 2026 dengan magnitudo 3,3 yang getarannya sampai ke wilayah Maligano dan Raha.