Bisnis.com, SEMARANG — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi lima kasus hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. WHO juga memperingatkan bahwa masih terdapat kemungkinan munculnya kasus infeksi baru karena virus tersebut memiliki masa inkubasi hingga enam minggu.
Dikutip dari Euronews, ahli epidemiologi penyakit menular WHO Maria Van Kerkhove menyebutkan bawah hantavirus tidak menyebar dengan cara yang sama seperti virus corona, melainkan melalui kontak dekat dan intim.
“Saya ingin menegaskan hal ini dengan jelas. Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal dari pandemi Covid. Ini adalah wabah yang kita lihat di kapal,” ujar Kerkhove, dikutip Senin (11/5/2026).
Selain itu, Kerkhove juga mengungkapkan bahwa para pejabat kini tengah menyelidiki kemungkinan penularan dari manusia ke manusia, meski hal ini dianggap sangat jarang terjadi. Orang pertama yang terinfeksi hantavirus di kapal tersebut diyakini kemungkinan besar telah tertular virus tersebut sebelum naik ke kapal. Pihak berwenang juga menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya binatang tikus di dalam kapal.
Lebih lanjut, dilansir dari New York Times, WHO menyatakan bahwa pejabat kesehatan juga telah memulai pelacakan kontak terhadap orang-orang yang mungkin terpapar oleh merak yang turun dari kapal, seperti seorang wanita yang terbang ke Afrika Selatan untuk mendapatkan perawatan dan kemudian meninggal dunia.
Pada hari Rabu (06/05/2026) lalu, pejabat kesehatan menyatakan bahwa mereka sedang melakukan pemantauan pada warga di tiga negara bagian Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya berada di kapal tersebut dan kini telah kembali ke rumah. Namun, berdasarkan pemantauan tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala penyakit virus.
Tak hanya ahli epidemiologi, juru bicara Uni Eropa Eva Hrcirova juga menyebutkan bahwa risiko hantavirus terhadap masyarakat tetap rendah. “Saya harus mengulangi bahwa menurut bukti yang kami miliki saat ini, risiko bagi masyarakat di Eropa, risiko bagi warga Eropa, rendah,” kata Hrcirova.
Terkait penyebaran hantavirus yang tampak mirip dengan masa-masa awal pandemi Covid-19, para ahli mengatakan bahwa hantavirus jauh lebih sulit menular dan memiliki potensi yang jauh lebih kecil untuk berubah menjadi pandemi.
Seorang profesor klinis bidang penyakit menular di Michigan Medicine Dr. Emily Abdoler mengatakan bahwa kasus-kasus penyebaran virus antar manusia di masa lalu tidak pernah menyebabkan wabah besar, dan hantavirus ini disebut sama sekali tidak sebanding dengan skala Covid-19.
Sebelumnya, kasus hantavirus ramai disorot usai adanya laporan infeksi di kapal pesiar MV Hondius yang memulai pelayaran pada 1 April dari Argentina menuju Kepulauan Canary, dengan persinggahan di Antartika, Kepulauan Falkland, Georgia Selatan, Pulau Nightingale, Tristan, St. Helena, Ascension, dan Cape Verde.
Dalam kapal yang membawa sekitar 150 penumpang ini, terdapat satu orang penumpang pertama asal Belanda yang diyakini terinfeksi hantavirus dan meninggal dunia pada 11 April 2026.
Hantavirus sendiri merupakan sekelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat, yang terutama menular ke manusia melalui penghirupan partikel yang terbawa udara dari kotoran hewan pengerat yang telah mengering. Virus ini disebut dapat hidup secara alami di tubuh hewan tanpa menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan penyakit serius saat menginfeksi manusia.