Bisnis.com, JAKARTA — Nilai sebuah tas Birkin diperkirakan bakal meroket, bahkan sejak saat tas tersebut meninggalkan toko Hermès.
Hal itu sebagian karena tidak sembarang orang bisa membeli tas tersebut. Hanya pelanggan dengan riwayat pembelian yang cukup besar di merek tersebut yang akan mendapatkan kesempatan untuk membeli "tas berkuota," seperti Birkin atau Kelly.
Namun, bahkan pelanggan setia Hermès pun tidak bisa sembarang memilih model Birkin yang mereka inginkan.
Dilansir Fortune, merek tersebut hanya mengizinkan butik untuk membeli sejumlah Birkin tertentu setiap musim, dan gaya tas tersebut jarang diketahui sebelumnya.
Proses yang terkenal tidak transparan ini, yang dijuluki Permainan Hermès (Hermès Game), yang justru akan semakin meningkatkan keinginan terhadap tas tersebut, dan bahkan menjadi subjek gugatan class action.
Untuk menghindari persaingan ketat di Hermès dan mendapatkan tas impian mereka, para penggemar tas tangan inu rela mengeluarkan puluhan ribu dolar di pasar barang bekas. Berkat eksklusivitas dan statusnya sebagai barang investasi, nilai tas Birkin jauh lebih tinggi daripada harga aslinya yang sekitar US$12.000 atau sekitar Rp200 juta.
“Nilai jual kembali, khususnya tas Birkin dan Kelly, selama 10 tahun terakhir telah melampaui nilai emas,” kata James Firestein, seorang ahli dan pendiri platform penjualan kembali dan otentikasi barang mewah OpenLuxury.
Sebelum mendirikan perusahaannya sendiri pada tahun 2022, Firestein menghabiskan satu dekade sebagai otentikator barang mewah, termasuk dua tahun sebagai direktur otentikasi di Rebag.
Sepanjang kariernya, Firestein telah melihat serangkaian faktor yang "mendukung kenaikan harga yang luar biasa ini."
“Saya tahu beberapa kasus di mana orang-orang telah menggandakan uang mereka berdasarkan pembelian 10 tahun yang lalu, dan menjualnya kembali hari ini dalam kondisi prima,” katanya.
Bagaikan lukisan 'Picasso’
Bagi sebagian pembeli, tas Birkin bukanlah sekadar aksesoris mewah, melainkan investasi yang berharga.
Dari para pemilik Birkin yang pernah bekerja sama dengannya, Firestein memperkirakan 75% benar-benar menggunakan tas tersebut, sementara 25% sisanya menyimpannya sebagai investasi.m
“Ini mirip dengan membeli lukisan Picasso dan menyimpannya di rumah, karena Anda bisa melihatnya, Anda bisa menikmatinya. Tetapi kemudian Anda menjualnya dalam beberapa tahun dan menukarnya dengan sesuatu yang lain," katanya.
Nilai sebuah tas Hermès dapat meningkat secara dramatis dari waktu ke waktu, tergantung pada warna, bahan, dan kondisinya.
Permintaan barang bekasnya juga sangat tinggi, sebagian karena pasar penjualan kembali menawarkan lebih banyak pilihan kepada pembeli daripada toko Hermès, di mana pelanggan hanya diperbolehkan membeli satu tas per tahun, dan jarang dapat memilih model yang tepat sesuai keinginan mereka.
Firestein mengatakan kenaikan harga paling tajam yang pernah ia lihat adalah Birkin Black Togo 30 yang nilainya berlipat ganda dalam lima tahun. Tetapi kenaikan harga dapat dipengaruhi oleh siklus tren dan perubahan permintaan, jadi ini bisa menjadi "pertaruhan," katanya.
Legenda Birkin
Sebelum tas tangannya terlihat di lengan Jane Birkin dan Cardi B, Hermès yang berbasis di Paris dimulai pada tahun 1837 sebagai pembuat tali kekang kuda.
Selama enam generasi, merek ini menjadi kekuatan besar dalam pakaian siap pakai dan barang-barang kulit yang terkenal akan keahliannya.
Sedangkan untuk tas Birkin yang ikonik, berikut legendanya: Pada tahun 1984, mendiang aktris Jane Birkin duduk di sebelah Jean-Louis Dumas, ketua eksekutif Hermès saat itu, dalam penerbangan dari Paris ke London.
Birkin mengatakan dia tidak dapat menemukan tas yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai ibu muda, jadi dia menggambar desain impiannya di atas kantong muntah.
Dumas menambahkan elemen berkuda ke dalam tas tersebut, memberikannya tampilan khas Hermès.
Tas Birkin perlahan mencapai status "tas idaman" berkat sering terlihat di lengan banyak selebriti pada tahun 1990-an dan 2000-an, terutama dengan kemunculannya di serial Sex and the City.
Namun, baru pada tahun 2010-an, ketika pasar penjualan kembali online menjangkau masyarakat luas, popularitasnya meroket.
Firestein menyebutkan e-commerce sebagai faktor yang memungkinkan pembeli untuk membeli tas Hermès bekas dari seluruh dunia. Sementara itu, forum online memungkinkan orang untuk berbagi rahasia "Hermès Game" yang dulunya eksklusif untuk 1% terkaya.
Birkin menjadi barang koleksi seiring waktu, dan permintaan tersembunyi terus mendorong pasar penjualan kembali.
Apa isi tas tersebut?
Beberapa orang mungkin menginginkan tas Birkin karena sangat sulit didapatkan, tetapi para penggemar juga mencarinya karena menghargai manufaktur artisan merek tersebut dan warisan keahlian selama 200 tahun.
Tidak seperti merek-merek yang dimiliki oleh LVMH dan Kering, yang sering berbagi pabrik, Hermès hanya menggunakan pabriknya sendiri. Merek-merek milik konglomerat seperti Balenciaga, Gucci, dan Saint Laurent juga cenderung menggunakan bahan-bahan pasar massal yang lebih murah dan mudah didapatkan.
“Pabrik kulit mereka hanya berafiliasi dengan Hermès, dan mereka hanya memproduksi kulit Hermès. Jadi, ketika membelinya, Anda nuga membeli sebagian dari warisan itu, tetapi Anda juga membeli bahan berkualitas lebih tinggi yang telah mereka gunakan selama bertahun-tahun," ungkap Firestein.
Dibandingkan dengan merek lain, kualitas Hermès adalah "kelas atas". Dan meskipun Firestein bekerja dengan 43 merek mewah yang berbeda, ia mengakui memiliki ketertarikan khusus pada tas Hermès.
"Tas-tas itu dibuat untuk bertahan selama beberapa generasi, dan pada akhirnya, tas-tas itu hanyalah benda-benda mewah yang indah, hampir seperti patung," imbuhnya.