Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menandatangani nota kesepahaman dalam rangka memperkuat ... [687] url asal
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menandatangani nota kesepahaman dalam rangka memperkuat pengawasan dan persaingan usaha hilir migas.
Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pengawasan Persaingan Usaha dan Kemitraan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa Pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi dilakukan Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dan Ketua KPPU M Fanshurullah Asa di Jakarta, Rabu.
Wahyudi Anas mengatakan penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengawasan serta mendorong tata kelola sektor hilir migas yang kompetitif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
"Melalui kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dan saling mendukung hubungan antara BPH Migas dengan seluruh badan usaha di bidang migas agar pelaksanaannya dapat terkontrol dan terkendali, serta peningkatan efektivitas pengawasan terhadap kondisi praktik monopoli yang selaras dengan tugas dan fungsi KPPU. Kerja sama ini sangat penting untuk kita lakukan," sebutnya, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta.
Lebih lanjut, Wahyudi mengatakan tugas dan fungsi BPH Migas erat kaitannya dengan proses penyediaan, pendistribusian, serta penyaluran BBM maupun gas bumi, baik BBM subsidi maupun kompensasi.
Aturan-aturan dalam kegiatan ekonomi, sangat tergantung integrasi tiga pilar kepentingan BPH Migas dalam pengelolaan sektor hilir migas, yaitu mengedepankan kepentingan pemerintah, badan usaha, dan masyarakat.
"Integrasi ini tiga pilar tersebut sebagai wujud nyata untuk mendukung implementasi hubungan antara BPH Migas bersama KPPU," katanya.
Wahyudi mengharapkan iklim persaingan usaha yang sehat juga dapat mendorong perlindungan kemitraan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) serta pengangkutan gas bumi melalui pipa.
Kerja sama juga mencakup penguatan koordinasi serta pertukaran data dan informasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan masing-masing lembaga.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus mempercepat pengambilan kebijakan yang lebih efektif.
"Serta, mendukung pelaksanaan kajian bersama, advokasi kebijakan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang semakin berkualitas dalam mendukung tata kelola sektor hilir migas yang kompetitif dan berintegritas," tambahnya.
Wahyudi juga menegaskan komitmen BPH Migas untuk terus menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan secara profesional serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Persaingan usaha yang sehat akan mendorong efisiensi, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif di sektor hilir migas.
"Penguatan pengawasan menjadi penting untuk mencegah praktik-praktik yang berpotensi menghambat persaingan usaha maupun merugikan masyarakat sebagai konsumen," tuturnya.
BPH Migas juga berharap nota kesepahaman tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui program kerja sama yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun negara.
Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pengawasan Persaingan Usaha dan Kemitraan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa Pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi yang dilakukan Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (kiri) dan Ketua KPPU M Fanshurullah Asa (kanan) di Jakarta, Rabu (17/6/2026). ANTARA/HO-Humas BPH Migas
Sementara itu, Fanshurullah Asa menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat tata kelola industri migas nasional.
Menurut dia, tugas KPPU tidak hanya menangani perkara persaingan usaha, tetapi juga memberikan saran kebijakan, menyusun pedoman persaingan usaha sehat, serta melaporkan hasil pengawasan kepada Presiden dan DPR RI.
Fanshurullah menilai agenda hilirisasi dalam Astacita Presiden dan Wakil Presiden memiliki keterkaitan dengan tugas BPH Migas dalam penyediaan dan pendistribusian BBM serta pengangkutan gas bumi melalui pipa.
Di sisi lain, KPPU memiliki fungsi penegakan hukum, pencegahan, dan penguatan kemitraan yang dapat saling mendukung terciptanya persaingan usaha sehat.
"KPPU juga memiliki program kepatuhan di mana pelaku usaha yang diawasi oleh BPH Migas dapat melaksanakan persaingan usaha yang sehat. Ini menjadi amanat undang-undang," sebutnya.
Apabila terjadi permasalahan persaingan usaha di KPPU, tambah Fanshurullah, maka kerja sama kedua belah pihak ini dapat menjadi pertimbangan yang meringankan denda administratif yang ada di KPPU.
Turut hadir dalam acara ini Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono, Bambang Hermanto, Baskara Agung Wibawa, Eman Salman Arief, Erika Retnowati, Fathul Nugroho, dan Harya Adityawarman.
Selain itu, hadir juga Anggota KPPU Mohammad Reza, Plt Sekretaris Jenderal KPPU Lukman Sungkar, dan Direktur BBM BPH Migas Chrisnawan Anditya.
Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan antusiasme para pengunjung menunjukkan pentingnya forum kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem infrastruktur hilir energi tersebut.
"PINDEX 2026 merupakan ajang kolaborasi, sharing session antarmitra, kemudian pemilik teknologi, juga pengembang-pengembang facility, untuk kita bisa saling berkolaborasi terkait bagaimana dampaknya terhadap infrastruktur downstream," ujarnya.
Selama tiga hari penyelenggaraan, PINDEX 2026 yang berlangsung pada 3-5 Juni 2026 di Tangerang, Banten, mencatatkan sekitar 3.800 pengunjung yang berasal dari Pertamina Group, pelaku industri, mitra usaha, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
PINDEX 2026 menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara pengelola infrastruktur energi, mitra strategis, pemilik teknologi, serta perusahaan pengembang fasilitas.
Melalui kegiatan ini, para peserta dapat mengenal berbagai produk, inovasi, dan teknologi terbaru yang dapat mendukung peningkatan keandalan sarana dan fasilitas energi hilir.
Sebagai Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga memiliki cakupan pengelolaan infrastruktur energi yang terintegrasi, mulai dari fasilitas pengolahan, terminal, hingga sarana distribusi energi kepada masyarakat.
Karena itu, pembaruan teknologi dan kolaborasi bersama mitra menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas, keselamatan, dan keandalan operasional perusahaan.
Hari menambahkan PINDEX 2026 mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan.
"Diharapkan PINDEX dapat diselenggarakan secara konsisten setiap tahun sebagai ruang untuk berbagi informasi, memperbarui wawasan teknologi, dan menciptakan kolaborasi antar perusahaan agar industri infrastruktur downstream dapat terus berkembang," jelasnya.
Sementara itu, Wulan, pengunjung asal Jakarta, menilai kegiatan PINDEX ini membuka peluang untuk memperoleh wawasan, memperluas relasi, serta mengenal berbagai mitra usaha dan perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur energi.
"Di sini, kita juga ingin menambah relasi wawasan dan juga koneksi," ujarnya.
Nanda, pengunjung asal Jakarta, mengatakan PINDEX 2026 membantu dirinya memperoleh informasi mengenai berbagai material, produk, dan inovasi yang saat ini berkembang serta dapat diterapkan dalam proyek-proyek Pertamina.
"Bermanfaat buat kita yang berkecimpung di proyek-proyek Pertamina. Jadi, kita lebih tahu material-material dan inovasi-inovasi yang lagi ngetren," ungkapnya.
PINDEX 2026 menghadirkan 73 perusahaan dan merek dari sektor teknologi, infrastruktur energi, serta mitra strategis nasional dan internasional.
Selain pameran produk dan teknologi, kegiatan ini juga menghadirkan 21 sesi konferensi bersama para ahli yang membahas perkembangan teknologi, pengelolaan proyek, keselamatan, digitalisasi, dan inovasi infrastruktur energi hilir.
Melalui PINDEX 2026, sebut Hari, Pertamina Patra Niaga terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan inovasi yang mendukung keandalan operasional, ketahanan energi, serta pengembangan infrastruktur hilir yang modern dan berkelanjutan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pertamina Patra Niaga sukses menyelenggarakan Pertamina Patra Niaga Infrastructure Downstream Experience (PINDEX) 2026 yang berlangsung pada 3–5 Juni 2026 di ICE BSD Hall 10, Tangerang. Selama tiga hari penyelenggaraan, PINDEX 2026 mencatatkan sekitar 3.800 pengunjung yang berasal dari Pertamina Group, pelaku industri, mitra usaha, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
PINDEX 2026 menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara pengelola infrastruktur energi, mitra strategis, pemilik teknologi, serta perusahaan pengembang fasilitas. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat mengenal berbagai produk, inovasi, dan teknologi terbaru yang dapat mendukung peningkatan keandalan sarana dan fasilitas energi hilir.
Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, mengatakan antusiasme para pengunjung dan peserta menunjukkan pentingnya forum kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem infrastruktur downstream.
“PINDEX 2026 merupakan ajang kolaborasi, sharing session antara mitra, kemudian pemilik teknologi, kemudian juga pengembang-pengembang facility, untuk kita bisa saling berkolaborasi terkait bagaimana dampaknya terhadap infrastruktur downstream,” ujar Hari.
Sebagai Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga memiliki cakupan pengelolaan infrastruktur energi yang terintegrasi, mulai dari fasilitas pengolahan, terminal, hingga sarana distribusi energi kepada masyarakat. Karena itu, pembaruan teknologi dan kolaborasi bersama mitra menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas, keselamatan, dan keandalan operasional perusahaan.
Hari menambahkan, PINDEX 2026 mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan. Selain dihadiri Perwira Pertamina dan mitra industri, kegiatan ini juga menarik perhatian akademisi, mahasiswa, serta masyarakat yang ingin memahami lebih jauh perkembangan teknologi infrastruktur energi hilir.
“Selama tiga hari penyelenggaraan, tercatat sekitar 3.800 pengunjung hadir dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Diharapkan PINDEX dapat diselenggarakan secara konsisten setiap tahun sebagai ruang untuk berbagi informasi, memperbarui wawasan teknologi, dan menciptakan kolaborasi antar perusahaan agar industri infrastruktur downstream dapat terus berkembang,” jelas Hari.
Manfaat penyelenggaraan PINDEX 2026 turut dirasakan langsung oleh para pengunjung. Wulan, pengunjung asal Jakarta, menilai kegiatan ini membuka peluang untuk memperoleh wawasan, memperluas relasi, serta mengenal berbagai mitra usaha dan perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur energi.
“Di sini kita juga pengen nambah relasi dan juga wawasan, dan juga koneksi di sini. Harapannya ya ke depannya yang pastinya kita bisa dapat koneksi lebih dan juga relasi,” ujar Wulan.
Hal senada disampaikan Nanda, pengunjung asal Jakarta. Menurutnya, PINDEX 2026 membantu pengunjung memperoleh informasi mengenai berbagai material, produk, dan inovasi yang saat ini berkembang serta dapat diterapkan dalam proyek-proyek Pertamina.
“Kalau menurut aku bermanfaat banget buat kita yang berkecimpung di proyek-proyek Pertamina. Jadi, kita lebih tahu material-material dan inovasi-inovasi yang lagi ngetren zaman sekarang,” ungkap Nanda.
Dari sisi peserta pameran, Edi Prasaja, mengapresiasi inisiatif Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan PINDEX 2026.
“Kami sangat berterima kasih terhadap Pertamina mempunyai inisiatif untuk mengadakan acara ini. Kami melihat acara ini sangat efektif buat kami. Pertama, kami bisa bertemu benar-benar dengan konsumennya yang membutuhkan ini.,” ujar Edi.
PINDEX 2026 menghadirkan 73 perusahaan dan merek dari sektor teknologi, infrastruktur energi, serta mitra strategis nasional dan internasional. Selain pameran produk dan teknologi, kegiatan ini juga menghadirkan 21 sesi konferensi bersama para ahli yang membahas perkembangan teknologi, pengelolaan proyek, keselamatan, digitalisasi, dan inovasi infrastruktur energi hilir.
Melalui PINDEX 2026, Pertamina Patra Niaga terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan inovasi yang mendukung keandalan operasional, ketahanan energi, serta pengembangan infrastruktur downstream yang modern dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan ajang Pertamina Patra Niaga Infrastructure Downstream Experience (PINDEX) 2026 ... [349] url asal
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan ajang Pertamina Patra Niaga Infrastructure Downstream Experience (PINDEX) 2026 dirancang sebagai forum kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak.
"PINDEX bukan sekadar forum pertemuan antara supplier dengan buyer, tetapi ini adalah forum untuk saling berbagi ilmu, melihat peluang kolaborasi, serta bersama-sama menciptakan value creation (nilai tambah)," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
Dalam acara pembukaan PINDEX 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (3/6), Mars Ega mengajak para pihak menjajaki berbagai peluang pengembangan, mulai dari reformasi SPBU, konsep mobil tangki yang lebih kekinian, terminal BBM yang dapat dikembangkan menjadi facility blending, hingga teknologi biorefinery, digitalisasi, dan artificial intelligence yang relevan dengan kebutuhan operasional ke depan.
Menurut dia, PINDEX yang merupakan ajang inovasi engineering downstream pertama yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga, juga menjadi wadah untuk menampilkan teknologi, infrastruktur, dan inovasi sektor energi hilir dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Sementara itu, Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo mengungkap selama tiga hari penyelenggaraan pada 3-5 Juni 2026, ajang tersebut menghadirkan 73 stan pameran dari perusahaan dan merek sektor teknologi, infrastruktur energi, serta mitra strategis nasional maupun internasional, sekaligus menjadi ruang konferensi dan diskusi untuk memperkuat kolaborasi serta adopsi teknologi hilir yang andal.
"Teknologi yang dihadirkan para mitra mencakup berbagai aspek, mulai dari instrumentasi, jaringan pipa, mobil tangki, keselamatan, kesehatan kerja, keamanan dan lingkungan (HSSE), hingga industri maritim, khususnya yang berkaitan dengan fasilitas dermaga," katanya menjelaskan.
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengajak masyarakat untuk hadir ke PINDEX 2026 dan memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi masa depan di sektor energi.
"Kami mengajak masyarakat untuk datang ke PINDEX dan melihat secara langsung bagaimana energi didistribusikan, teknologi yang digunakan, serta berbagai inovasi yang mendukung layanan energi sehari-hari," ujar dia.
Ke depan, lanjutnya, distribusi energi Indonesia akan menjadi tulang punggung yang perlu didukung teknologi modern, canggih, sekaligus mengedepankan aspek lingkungan.
"PINDEX 2026 masih akan berlangsung hingga 5 Juni 2026 dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya," kata Roberth.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi membuka gelaran Pertamina Patra Niaga Infrastructure Downstream Experience (PINDEX) 2026 di ICE BSD Hall 10, Tangerang, Rabu (3/6/2026). Ajang inovasi engineering downstream pertama yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga ini menjadi wadah untuk menampilkan teknologi, infrastruktur, dan inovasi sektor energi hilir dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa PINDEX 2026 dirancang sebagai forum kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman guna menciptakan nilai tambah bagi industri energi nasional.
“PINDEX bukan sekadar forum pertemuan antara supplier dengan buyer, tetapi ini adalah forum untuk saling berbagi ilmu, melihat peluang kolaborasi, serta bersama-sama menciptakan value creation (nilai tambah). Mari kita menjajaki berbagai peluang pengembangan, mulai dari reformasi SPBU, konsep mobil tangki yang lebih kekinian, terminal BBM yang dapat dikembangkan menjadi facility blending, hingga teknologi biorefinery, digitalisasi, dan artificial intelligence yang relevan dengan kebutuhan operasional ke depan,” jelas Mars Ega.
Sementara itu, Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, mengungkap bahwa selama tiga hari penyelenggaraan, ajang ini menghadirkan 73 pameran dari perusahaan dan merek sektor teknologi, infrastruktur energi, serta mitra strategis nasional maupun internasional, sekaligus menjadi ruang konferensi dan diskusi untuk memperkuat kolaborasi serta adopsi teknologi hilir yang andal.
“Sekitar 73 mitra hadir untuk berkolaborasi dan berbagi teknologi yang mereka miliki. Teknologi yang dihadirkan mencakup berbagai aspek, mulai dari instrumentasi, jaringan pipa, mobil tangki, keselamatan, kesehatan kerja, keamanan dan lingkungan (HSSE), hingga industri maritim, khususnya yang berkaitan dengan fasilitas dermaga,” ungkap Hari.
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun mengajak masyarakat untuk hadir ke PINDEX 2026 dan memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi masa depan di sektor energi.
“Kami mengajak masyarakat untuk datang ke PINDEX dan melihat secara langsung bagaimana energi didistribusikan, teknologi yang digunakan, serta berbagai inovasi yang mendukung layanan energi sehari-hari. Ke depan, distribusi energi Indonesia akan menjadi tulang punggung yang perlu didukung teknologi modern, canggih, sekaligus mengedepankan aspek lingkungan,” ucap Roberth.
Prosesi pembukaan PINDEX 2026 turut dihadiri Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) Erry Sugiharto, Komisaris Pertamina Patra Niaga Tina Talisa, Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga Sudung Situmorang, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman, Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto, Direktur Infrastruktur, Proyek, dan Asset Integrity Pertamina Patra Niaga Setyo Pitoyo, Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Patra Niaga Dewi Kurnia Salwa, jajaran Komisaris dan Direksi anak perusahaan Pertamina Patra Niaga, serta para mitra strategis dan pelaku industri energi.
PINDEX 2026 masih akan berlangsung hingga 5 Juni 2026 di ICE BSD Hall 10, Tangerang, dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Informasi lebih lanjut mengenai agenda kegiatan, registrasi, dan daftar exhibitor dapat diakses melalui https://pindex.co.id atau aplikasi MyPertamina.
Pemerintah terus mempercepat pengembangan energi alternatif berbasis domestik untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan ... [508] url asal
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah terus mempercepat pengembangan energi alternatif berbasis domestik untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).
Melalui implementasi biodiesel B40 dan rencana B50, serta penguatan sinergi sektor hulu dan hilir migas, kebutuhan energi masyarakat diharapkan tetap terjaga secara berkelanjutan di tengah dinamika energi global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Kamis, menjelaskan pemerintah terus mencari solusi alternatif di tengah tantangan produksi migas nasional yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumsi energi dalam negeri.
Menurut Bahlil, implementasi program B40 dan rencana B50 mulai Juli 2026 menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam mengurangi impor BBM.
"Kami bersyukur bahwa dalam kondisi seperti ini atas arahan Bapak Presiden harus segera mencari alternatif-alternatif energi lain yang tidak hanya mengedepankan BBM yang bersumber dari fosil. Ketika lifting kita tidak tercapai, maka harus ada cara lain yang kita harus lakukan," ujar dia saat membuka Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (20/5).
Kebijakan tersebut mampu meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri melalui pemanfaatan CPO.
"Dari 1 juta barrel per day yang kita harus impor, terkonversi atau tersubstitusi dengan kita memakai B40 dan sekarang kita akan dorong 1 Juli dengan B50. Itu kita mampu mengonversi ke CPO-nya, itu kurang lebih sekitar 200-300 ribu barrel per day. Jadi, kita impor kurang lebih sekitar 600-700 ribu barrel per day sisanya kita ambil dari CPO," katanya.
Ia pun bersyukur pada 2026, Indonesia tidak lagi melakukan impor solar terkecuali solar yang mempunyai kualitas tinggi seperti C51.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menekankan pentingnya kolaborasi sektor hulu dan hilir migas dalam memastikan energi dapat tersalurkan hingga ke masyarakat.
"Penting dipahami oleh masyarakat, bahwa proses hulu migas membutuhkan investasi besar, berada di wilayah terpencil dengan risiko tinggi, sehingga perlu dukungan bersama baik sisi hulu maupun hilir migas, agar energi dapat terus tersedia bagi masyarakat," ujar dia pada acara yang sama.
Menurut Wahyudi, kehadiran BPH Migas pada IPA Convex 2026 juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai tata kelola hilir migas, mulai dari penyediaan dan pendistribusian BBM, penerapan surat rekomendasi BBM melalui aplikasi XStar, hingga pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) bagi rumah tangga dan pelanggan kecil.
"Kami turut mendukung program pemerintah dalam menyiapkan swasembada energi nasional dan memastikan kebutuhan energi masyarakat berjalan dengan baik," ujar dia.
Lebih lanjut, Wahyudi juga mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan wajar agar ketersediaan energi tetap terjaga serta dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Mari kita sama-sama menjaga dan menggunakan energi secara bijak dan wajar, agar pemerintah dapat terus menyiapkan energi secara baik, sesuai dengan kebutuhan setiap harinya di masyarakat," katanya melanjutkan.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono, Bambang Hermanto, Baskara Agung Wibawa, Eman Salman Arief, Erika Retnowati, Harya Adityawarman, dan Hasbi Anshory.
Hadir juga Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S, Direktur BBM BPH Migas Chrisnawan Anditya, dan Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin.