Bisnis.com, JAKARTA - Roti kopi alias 'ropi' berbentuk bun semakin populer sebagai teman perjalanan ke luar kota selama satu dekade belakangan, berkat penetrasi masif Roti'O di setiap stasiun dan bandara seantero Indonesia.
Jenama roti yang identik dengan wajah Dude Herlino sebagai brand ambassador itu tercatat berdiri sejak 2012, kini telah memiliki 700 toko di 110 kota di Indonesia, dan membuka lapangan kerja hingga lebih dari 2.000 karyawan.
Sebelum Roti'O merajalela, sebenarnya ropi bun berkaitan erat dengan usaha pria berkewarganegaraan Malaysia, Hiro Tan yang pada 1998 membuka jenama Rotiboy.
Waralaba Rotiboy pun sempat merajalela di berbagai kota di Tanah Air jelang 2010-an. Sayangnya, merek ini lebih identik dengan camilan mahal, menilik mayoritas outletnya berada di mal dan pusat belanja.
Itulah kenapa ketika manajemen Rotiboy berpisah jalan dengan pemilik lisensi waralabanya di Indonesia, muncul Roti'O sebagai pesaing yang punya strategi ekspansi lebih masif.
Berdasarkan beberapa dokumen perjanjian sewa stand Roti'O, jenama ini dikelola oleh PT Sebastian Citra Indonesia, dengan direktur utama bernama Jemmy Wantono.
Dude Herlino dan istri, Alyssa Soebandono pun sempat memamerkan foto bersama Jemmy Wantono dan istri, Grace Tjeng Po Tjoe yang kabarnya membangun Sebastian Citra Indonesia dan Roti'O dari nol sebagai pasangan.
Tak banyak yang tahu, keluarga Wantono juga memiliki beberapa lini usaha, antara lain pemegang lisensi jenama fesyen POLO, waralaba cream puff khas Jepang bertajuk BEARD PAPA'S, serta jaringan hotel D'PRIMA.
Bahkan, jaringan hotel keluarga Wantono di bawah PT Primahotel Manajemen Indonesia itu ikut berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui d’primahotel Nusantara.
Peletakan batu pertama pembangunan hotel pun diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada medio September 2024.
Berdasarkan laman resmi IKN, hotel ini akan mengusung tema 'Modern Nusantara' yang selaras dengan keindahan lingkungan alam, d’primahotel Nusantara dibangun di atas lahan seluas 4.600 meter persegi dan menyediakan 154 kamar, meeting room, serta Walea Resto.
Frans Wantono selaku Presiden Komisaris Primahotel Manajemen Indonesia menjelaskan pihaknya merupakan bagian dari jaringan hotel lokal yang telah berkembang sejak tahun 2013 dan memiliki 19 hotel yang tersebar di seluruh Indonesia, yakni Jakarta, Tangerang, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Balikpapan, Bintan, dan Bali.
"Di atas tanah d’primahotel Nusantara ini merupakan wujud transformasi d’primahotel Nusantara sebagai salah satu grup hotel lokal yang membawa perubahan di kota masa depan dengan perspektif baru," ujar Frans kala itu.