Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya Aceh mengirim tim ke Kecamatan Darul Makmur untuk meninjau laporan temuan gelembung yang diduga gas dari permukaan tanah di pinggir sungai Desa Gunong Cut pascabencana banjir menghantam wilayah ini jelang akhir November 2025.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Nagan Raya Zulkifli mengatakan Pemkab telah menurunkan tim ke lokasi temuan sesuai arahan Bupati Nagan Raya TR Keumangan.
"Pemkab Nagan Raya telah mengirimkan tim ke lokasi untuk meninjau secara langsung serta mengidentifikasi titik-titik keluarnya gelembung gas," kata Zulkifli dilansir dari laman resmi Pemkab Nagan Raya, Rabu (7/1/2026).
Zulkifli menyebut gelembung diduga gas itu pertama kali diketahui warga pada awal tahun 2026. Dia menduga fenomena ini terjadi akibat banjir yang melanda Nagan Raya pada 26 November 2025.
Hingga saat ini, aktivitas gelembung yang diduga gas itu dilaporkan masih terjadi di sejumlah titik.
Zulkifli mengatakan Pemkab akan melakukan kajian dan penelitian lanjut terhadap fenomena alam tersebut dengan berkoordinasi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh.
Koordinasi ini untuk memastikan jenis dan kandungan gas, sumber kemunculannya, serta potensi dampak terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Untuk sementara waktu, lokasi temuan semburan gas juga telah dipasang garis pembatas. Pemkab mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api di sekitar lokasi ataupun mendekati titik keluarnya gas.
"Kami mengimbau masyarakat agar mengikuti arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi diterbitkan," kata dia.
Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Nagan Raya Jasman menyampaikan hingga saat ini belum ada laporan terkait kerusakan maupun gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
"Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara resmi setelah hasil kajian dan pemeriksaan teknis diterima dari Dinas ESDM Aceh," ujar Jasman.