Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merespons soal tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,74% per November 2025. Angka itu turun 0,11% basis point dibandingkan TPT Agustus 2025.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi memandang penurunan ini sebagai sinyal positif akan adanya perbaikan iklim ketenagakerjaan, kendati masih terdapat banyak pekerjaan rumah.
“Kita masih harus bekerja keras untuk terus menekan tingkat pengangguran dan meningkatkan kualitas keberkerjaan,” kata Anwar saat dihubungi Bisnis, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, Kemnaker mengupayakan langkah tersebut dengan mengoptimalkan pelbagai program strategis nasional untuk dapat membuka lapangan kerja, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, hilirisasi, dan lain sebagainya.
Anwar mengatakan bahwa perbaikan ekosistem ketenagakerjaan juga ditempuh dengan peningkatan pencocokan keterampilan. Sejumlah upaya yang telah dilakukan Kemnaker adalah program pemagangan nasional dan penguatan sistem informasi pasar kerja.
Terkait sektor yang paling prospektif untuk menyerap tenaga kerja tahun ini, pihaknya selaras dengan data BPS bahwa sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan masih akan menjadi penopang.
“Di luar itu, kami melihat sektor transportasi dan jasa juga memiliki potensi untuk tumbuh,” pungkas Anwar.
Sebelumnya, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa jumlah pengangguran per November 2025 tercatat sebesar 7,35 juta orang. Jumlah ini setara dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,74% per bulan sebelas tahun lalu.
“Jumlah orang yang menganggur pada bulan November 2025 adalah sebanyak 7,35 juta orang, atau turun sebesar 0,109 juta orang dibandingkan bulan Agustus 2025. Dengan demikian, jumlah orang yang menganggur mengalami penurunan,” kata Amalia dalam rilis berita resmi statistik pada hari ini, Kamis (5/2/2026).
Apabila dibandingkan dengan bulan Agustus 2025, penurunan TPT pada bulan November 2025 ini tercatat turun sekitar 0,11% basis point.
BPS juga mencatat jumlah penduduk bekerja naik 1,37 juta menjadi 147,91 juta orang pada bulan sebelas tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian menyerap 27,99% tenaga kerja, disusul sektor perdagangan dengan porsi serapan 18,67%, serta industri pengolahan yang menyerap 13,86% tenaga kerja.