Bisnis.com, JAKARTA – KTT APEC dan ASEAN yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto memiliki makna penting bagi Indonesia. Sebagai salah satu anggota pendiri dan aktif di kedua organisasi tersebut, Indonesia memiliki banyak keuntungan dengan bergabung APEC maupun ASEAN.
Indonesia mendirikan APEC bersama dengan 11 negara lainnya pada 1989 di Canberra, Australia. Melansir portal resmi Kemenlu RI dan APEC Connect, APEC memiliki proyek yang membantu menerjemahkan arah kebijakan para pemimpin APEC menjadi tindakan nyata untuk masyarakat Asia-Pasifik. Bagi Indonesia, APEC akan bermanfaat untuk mengembangkan ekonominya, mulai dari infrastruktur, industrialisasi, hingga pertukaran teknologi.
Berikut manfaat dan keberhasilan Indonesia bergabung dengan APEC:
1. Mendapatkan akses ke jaringan ekonomi 60% (Sekitar US$ 59 triliun) GDP Dunia
Melansir situs Kementerian Perdagangan, dengan jumlah anggota sebanyak 21 negara di lingkaran Asia-Pasifik yang luas, Indonesia berpeluang besar untuk mengekspansi perdagangannya ke negara-negara tersebut yang jika ditotalkan akan mencapai 48% perdagangan dunia (sekitar US$ 28 triliun) dan penduduk sebanyak 2,96 miliar jiwa (38% penduduk dunia).
2. Membuka peluang perdagangan bebas
Pemerintah Indonesia juga secara terbuka menyatakan komitmennya terhadap perdagangan terbuka dan adil di forum APEC dengan agenda Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pacific/FTAAP.
3. Memperkuat daya tawar dan posisi negara yang strategis di Asia-Pasifik
Melalui keanggotaan APEC, Indonesia tercatat sebagai bagian dari forum ekonomi besar yang mencakup sebagian besar perdagangan dan PDB dunia, yang membantu meningkatkan legitimasi dan posisi tawar Indonesia.
4. Meningkatkan surplus perekonomian Indonesia
Melansir situs resmi Kemendag, perdagangan dengan negara APEC pada 2023 mencapai USD 358,62 miliar, dengan ekspor ke ekonomi APEC sebesar USD 188,72 miliar. Dengan demikian, surplus perdagangan yang diterima Indonesia adalah USD18,63 miliar.
5. Memudahkan Pengerjaan Kerangka Kerja Perdagangan
Indonesia bisa menggunakan forum APEC untuk membahas isu-baru seperti digitalisasi, rantai nilai, inklusivitas UMKM, dan memperkuat posisi dalam arsitektur ekonomi Asia-Pasifik.
Manfaat Bergabung di ASEAN
Sebagai negara dengan penduduk terbanyak dan terluas di ASEAN, Indonesia meraih banyak manfaat dan keuntungan dengan bergabung ASEAN. Berikut di antaranya:
1. Memperluas Akses ke pasar regional Asia Tenggara
Melansir situs resmi Kemenko Ekonomi RI, dengan bergabung ke ASEAN, Indonesia akan memiliki akses luas ke pasar regional yang besar. ASEAN memiliki populasi sekitar 660 juta jiwa yang menjadikannya basis konsumen yang luas. Hal tersebut memberi Indonesia peluang ekspor dan konsumsi domestik yang lebih luas.
2. Peningkatan Konektivitas dan Kerangka Aturan Bersama
Melalui perjanjian seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA), penguatan sistem logistik, pembayaran lintas batas dan UMKM digital, Indonesia dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing yang sehat.
3. Mendapatkan posisi diplomasi dan politik regional yang lebih kuat
Dengan bekerja sama dengan anggota ASEAN lainnya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan geostrategis, Indonesia turut menjaga kondisi kawasan agar tetap stabil, dan terbuka untuk investasi. Selain itu, Indonesia dapat memengaruhi kebijakan kawasan ini serta memperkuat citra global sebagai negara moderat dan berorientasi perdamaian.
4. Mendapat Akses Pendanaan Pembangunan
Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan pendanaan pembangunan infrastrukturnya lewat ASEAN Infrastructure Fund (AIF). Melansir situs Kemenkeu, AIF memiliki salah satu fasilitas pendanaan, yaitu ASEAN Catalytic Green Facility (ACGF) untuk mempercepat investasi infrastruktur hijau di Asia Tenggara.
5. Memperkuat Solidaritas di tengah Rivalitas Global
Indonesia dapat meminimalisir dari tekanan geopolitik langsung berkat ASEAN yang memposisikan dirinya sebagai “poros stabilitas” di tengah persaingan Amerika Serikat dan China. Dengan menjadi bagian dari ASEAN, Indonesia bisa menjalin hubungan baik dengan kedua kekuatan tanpa kehilangan kemandirian politik luar negerinya.
Secara keseluruhan, dengan memanfaatkan keanggotaan dan peran aktif di ASEAN dan APEC, Indonesia memperoleh manfaat nyata baik dalam bidang ekonomi (akses pasar, investasi, teknologi) maupun dalam bidang politik-diplomasi (posisi strategis, stabilitas kawasan, agenda pembangunan).
Tantangan tetap ada, seperti memperkuat daya saing industri domestik dan kapasitas regulasi, namun perkembangan hingga saat ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya sebagai penerima manfaat, melainkan juga sebagai pelaku aktif dalam kerjasama regional. (Stefenus Bintang)