Bisnis.com, JAKARTA— inDrive Indonesia merespons arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penurunan potongan aplikator menjadi 8%, sehingga pengemudi memperoleh penghasilan sebesar 92%.
Country Manager inDrive Indonesia Rio Aristo mengatakan terkait langkah inDrive terhadap wacana penyesuaian komisi menjadi 8%, perusahaan berkomitmen untuk terus memprioritaskan kesejahteraan pengemudi sekaligus memastikan keberlangsungan layanan ride-hailing yang berkeadilan bagi seluruh pihak.
“Kami juga senantiasa fokus untuk mematuhi arahan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata Rio kepada Bisnis, Jumat (22/5/2026).
Karena itu, lanjut Rio, inDrive Indonesia terbuka untuk melakukan diskusi lebih lanjut terkait penyesuaian komisi yang relevan dan sesuai dengan ketetapan pemerintah nantinya.
Dia menegaskan saat ini inDrive telah menerapkan standar komisi yang termasuk paling rendah di pasar, yakni sekitar 11%—12%. Menurutnya, pertimbangan utama perusahaan adalah menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kesejahteraan mitra pengemudi, serta harga yang tetap kompetitif dan berkeadilan bagi konsumen.
Terkait strategi perusahaan dalam memitigasi dampak kebijakan terhadap kinerja perusahaan, Rio mengatakan inDrive tetap mengacu pada model bisnis yang telah dijalankan sejak awal. Dalam model tersebut, perusahaan tidak bergantung pada promo atau diskon besar-besaran untuk menjaga pertumbuhan layanan.
Dengan pendekatan tersebut, menurutnya, supply dan demand cenderung stabil dan tidak terlalu terpengaruh perubahan harga di pasar. Selain itu, struktur komisi inDrive yang sudah relatif rendah membuat dampak penyesuaian komisi dinilai tidak sebesar platform lain dengan standar komisi lebih tinggi.
“inDrive tetap memastikan tarif kepada konsumen berada pada level yang kompetitif dan berkeadilan sambil menjaga keberlangsungan operasional perusahaan,” kata Rio.
Terkait upaya perusahaan dalam memaksimalkan program kesejahteraan mitra pengemudi, inDrive juga terus berupaya menghadirkan ekosistem yang lebih adil melalui struktur komisi yang rendah, transparansi sistem, serta pendekatan bisnis yang berorientasi pada keseimbangan antara kebutuhan pengemudi, konsumen, dan perusahaan.
“Fokus utama kami adalah memastikan mitra pengemudi tetap memiliki peluang pendapatan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri ride-hailing saat ini. Terima kasih atas perhatian dan dukungannya,” ujar Rio.