Bisnis.com, DENPASAR — Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai melakukan pengendalian stok dan harga pangan jelang Hari Galungan dan Kuningan.
Wakil Bupati, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana telah mengupayakan dan menetapkan beberapa kebijakan dalam mengendalikan inflasi di wilayahnya selama ini.
"Kami pemerintah Kabupaten Jembrana aktif melakukan kegiatan dalam pengendalian inflasi beberapa di antaranya melakukan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, melakukan operasi pasar, menjaga pasokan bahan, dan masih banyak lagi," kata Ipat dikutip dari keterangan pers, Rabu (5/10/2025).
Dalam mengendalikan inflasi, dia menyebutkan salah satu upaya yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu dan akan terus dilaksanakan secara masif dengan membuka bazar pangan murah yang tersebar di seluruh kecamatan di Jembrana.
Ipat meminta kegiatan tersebut bisa diperluas lagi, karena ini juga salah satu upaya Pemkab Jembrana untuk mengendalikan inflasi pada level yang stabil dan wajar, menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan serta di bulan depan ada Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Dalam mengendalikan inflasi, salah satu yang menjadi fokus utama yaitu memperhatikan komponen pendukung terhadap inflasi.
"Kalau ingin mengendalikan inflasi, maka kita harus fokus pada komponen pendukung inflasi, apalagi saat ini kita harus bekerja untuk mengarahkan inflasi pada koridor 2,5 +1%. Semoga langkah bersama ini dapat berdampak baik untuk Kabupaten Jembrana," ujar Ipat.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H Panjaitan menjelaskan Kabupaten Jembrana memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan bagian barat Bali, dengan luas panen padi sebesar 14,7 ribu hektar dan produksi gabah mencapai 80 ribu ton sepanjang 2024.
"Peran Jembrana semakin penting sebagai hub logistik pangan Jawa–Bali, termasuk keberadaan Rice Milling Unit (RMU) di Kabupaten Jembrana yang menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan beras, serta peran Perumda Tribhuwana sebagai offtaker komoditas pangan," kata Butet.
Bank Indonesia juga menekankan pentingnya penguatan dan penyelarasan framework Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) sesuai arah kebijakan pemerintah, yang turut mengedepankan transaksi penerimaan maupun belanja pemerintah.
Bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana, BI Bali mendorong penyusunan Roadmap TP2DD 2026–2030 disertai penguatan monitoring dan pelaporan, pengembangan dan penerapan area digital pada lokasi potensial, peningkatan literasi pembayaran digital melalui teller dan reward pajak, serta akselerasi realisasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk memperkuat efektivitas belanja pemerintah.
Jembrana menghadapi tantangan alih fungsi lahan khususnya pertanian padi. Hal ini perlu diimbangi dengan penggunaan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Sebagai komitmen menjaga ketahanan pangan, pada kegiatan HLM turut dilakukan penyerahan sarana dan prasarana pertanian padi kepada lima kelompok tani, yakni Subak Sari Merta, Subak Sawe Rangsasa, Subak Pulukan, Subak Pangkung Jelepung, dan Subak Penyaringan.
Hal ini dilakukan sebagai langkah mendukung intensifikasi pertanian menghadapi tantangan alih fungsi lahan dan mendorong produktivitas.
Bank Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana guna memastikan stabilitas harga yang terjaga dan digitalisasi transaksi pemerintah yang semakin modern, efisien, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jembrana.