Bisnis.com, JAKARTA — PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) mencatat kinerja keuangan yang solid hingga akhir kuartal III/2025 dengan membukukan laba bersih senilai Rp44,61 miliar, tumbuh 122% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama IRRA Heru Firdausi Syarif mengatakan perseroan berhasil membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring meningkatnya permintaan produk alat kesehatan nasional.
Hal ini, lanjutnya, juga mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam menjaga profitabilitas di tengah ekspansi bisnis.
"Laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp44,61 miliar, tumbuh 122% dibandingkan Rp20,08 miliar pada September 2024," ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (3/11/2025).
Perseroan juga mencatat peningkatan gross profit yang solid, seiring dengan optimalisasi proses distribusi dan pengendalian biaya pokok penjualan.
Laba usaha meningkat 108% menjadi Rp84,20 miliar, didorong oleh efisiensi operasional yang konsisten.
Dari sisi pendapatan, perseroan mengantongi Rp1,01 triliun selama kurun Januari–September 2025, meningkat 73,5% dibandingkan Rp584,25 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan volume distribusi dan kontribusi positif dari berbagai lini produk alat kesehatan yang dikelola perseroan.
“Peningkatan signifikan pada penjualan dan laba bersih menegaskan efektivitas strategi kami dalam memperluas pasar domestik serta memperkuat posisi Perseroan sebagai mitra utama penyedia alat kesehatan nasional," terangnya.
Ke depannya, perseroan akan terus berinvestasi pada teknologi dan sistem distribusi untuk menopang pertumbuhan jangka panjang.
EBITDA Perseroan tercatat sebesar Rp104,40 miliar, mencerminkan peningkatan efisiensi dan kemampuan menghasilkan arus kas dari aktivitas operasional yang kuat.
Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan per 30 September 2025 mencapai Rp2,72 triliun, naik 64% dibandingkan akhir 2024 sebesar Rp1,66 triliun.
Ekuitas juga meningkat menjadi Rp556,46 miliar, didukung oleh kinerja laba yang solid dan pengelolaan modal kerja yang prudent.
Dengan capaian tersebut, Perseroan optimistis dapat melanjutkan tren positif hingga akhir tahun, dengan fokus pada penguatan rantai distribusi, peningkatan efisiensi operasional, serta kemitraan strategis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.