Bisnis.com, JAKARTA – Istighosah merupakan salah satu bentuk amalan yang sering dilakukan kaum muslim dalam upaya mendekatkan diri dan meminta pertolongan kepada Allah SWT melalui doa-doa yang dipanjatkan.
Istighosah berasal dari kata al-ghauts yang berarti pertolongan, dengan menggunakan pola kata istif‘aal. Salah satu fungsi pola ini adalah menunjukkan makna permintaan atau permohonan. Sebagai contoh, kata ghufran berarti ampunan. Ketika kata tersebut dibentuk dengan pola istif‘aal menjadi istighfar, maknanya berubah menjadi memohon ampunan. Dengan demikian, istighosah dapat dimaknai sebagai permohonan atau permintaan pertolongan.
Secara sederhananya, istighosah dapat diartikan sebagai bentuk doa bersama yang ditujukan untuk memohon pertolongan agar terlepas dari suatu kesulitan atau memohon terkabulnya hajat.
Dalam Surat al-Anfal ayat 9 disebutkan:
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ
Yang artinya: “(Ingatlah wahai Muhammad), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS al-Anfal: 9).
Ayat ini menjelaskan peristiwa ketika Nabi Muhammad memohon bantuan dari Allah. Saat itu beliau berada di tengah berkecamuknya perang badar di mana kekuatan musuh tiga kali lipat lebih besar dari pasukan Islam, kemudian Allah mengabulkan permohonan Nabi dengan memberi bantuan pasukan tambahan berupa seribu pasukan malaikat.
Rangkaian bacaan istighosah
Dalam pelaksanaannya, istighosah memiliki beberapa rangkaian bacaan doa yang harus diamalkan, diantaranya adalah;
Diawali dengan membaca Al-Fatihah
أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ×٣
Astaghfirullahal'adzhiim (3x).
Artinya: Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ×٣
Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'alayyil 'adziim (3x).
Artinya: Tiada daya untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pemeliharaan Allah dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah.
أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ×٣
Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad (3x)
Artinya: Ya Allah. Limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad berserta keluarganya.
لَا إلهَ إلَّا أنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ ×٤٠
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu mina dzoolimiin (40x).
Artinya: Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sungguh aku termasuk orang-orang yang telah berbuat dzalim يَا اَللهُ يَا قَدِيْمُ ×٣٣ Yaa Allah Yaa Qodiim (33x) Artinya: Wahai Allah, wahai Dzat yang ada tanpa permulaan.
يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ ×٣٣
Yaa Samii'u Yaa Bashiir (33x)
Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat
يَا مُبْدِعُ يَا خَالِقُ ×٣٣
Yaa Mubdi'u Yaa Khooliqu (33x)
Artinya: Wahai Dzat yang mewujudkan sesuatu dari tidak ada, wahai Dzat Yang Maha Pencipta.
يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ ياَ اللهُ ×٣٣
Yaa Haafidzu Yaa Nashiiru Yaa Wakiilu Yaa Allah (33x).
Artinya: Wahai Dzat yang memelihara dari keburukan dan kebinasaan, wahai Dzat Yang Maha Menolong, wahai Dzat yang menjamin rizki para hamba dan mengetahui kesulitan-kesulitan hamba, ya Allah.
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ ×٣٣
Yaa Hayyu Yaa Qoyyuumu birohmatika astaghiitsu (33x).
Artinya: Wahai Dzat Yang Hidup, yang terus menerus mengurus makhluknya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan-Mu
يَا لَطِيْفُ ×٤١
Yaa Lathiif (41x)
Artinya: Wahai Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ×٣٣
Astaghfirullaahal 'adziim innahu kaana ghoffaaroo (33x)
Artinya: Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, sungguh Allah Dzat Yang Maha Pengampun.
أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتِي أدْرِكْنِي يَا اَللهُ ×٣
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammadin qod dhooqot hiilatii adriknii, Ya Allah Ya Allah Ya Allah. (3x)
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sungguh telah habis daya dan upayaku maka tolonglah kami, Ya Allah Ya Allah Ya Allah.
أللّهُمَّ صَلِّي صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ ×١
Allahumma sholi sholaatan kaamilatan wasallim salaaman taamman 'alaa sayyidina muhammadinil ladzii tanhallu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tuqdhoo bihil hawaa-iju, wa tunaalu bihir-roghoo-ibu wa husnul khowaatimi wa yustasqol ghomaamu bi wajhihil kariimi wa 'alaa aalihii wa shohbihii fii kulli lamhatin wa nafasin bi 'adadi kulli ma'luumin laka.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau
يَا بَدِيْعُ ×٤١
Yaa badii'u (41x)
Wahai Dzat yang menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya.
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ×٣٣
Hasbunallahu wani'mal wakiil (33x).
Cukup bagi kami Allah, dan Dia sebaik-baik penolong.
istighosah dapat dipahami sebagai bentuk penghambaan dan pengakuan akan keterbatasan manusia di hadapan Allah SWT. Melalui istighosah, seorang hamba mengekspresikan harapan, ketundukan, serta keyakinan bahwa pertolongan sejati hanya datang dari-Nya. Praktik ini bukan sekadar rangkaian doa, tetapi juga sarana memperkuat keimanan, menenangkan hati, dan menumbuhkan sikap tawakal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Dengan memperbanyak istighosah, umat Islam diharapkan semakin dekat dengan Allah SWT dan senantiasa mengandalkan-Nya dalam setiap langkah kehidupan.