Bisnis.com, YOGYAKARTA - NETPAC Asian Film Festival (JAFF) bakal kembali menggelar JAFF Market, ajang pasar film terbesar di Indonesia yang kini memasuki penyelenggaraan tahun ketiganya. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28–30 November 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.
Pada edisi tahun ini, JAFF Market mengusung fokus untuk memperkuat kolaborasi antarpelaku industri perfilman. Forum tersebut akan mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem film, mulai dari kreator, produser, investor, distributor, hingga lembaga dan institusi yang berperan dalam mendukung perkembangan industri.
Market Director JAFF Market, Linda Gozali, menilai perkembangan industri perfilman Indonesia menunjukkan tanda-tanda yang semakin positif. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan bahwa industri film nasional telah memasuki tahap perkembangan yang lebih matang dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Saat ini, menurutnya, fokus industri tidak lagi hanya sebatas meningkatkan jumlah produksi film. Tantangan yang dihadapi telah bergeser pada upaya memastikan setiap proyek memiliki akses yang memadai terhadap sumber pembiayaan, jaringan pasar, serta peluang kolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Di sinilah JAFF Market mengambil peran sebagai market hub. Kami melihat semakin banyak proyek menemukan mitra pendanaan, talenta memperoleh peluang pengembangan, dan IP Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas," katanya.
Linda mengatakan pengalaman penyelenggaraan selama dua tahun terakhir memperlihatkan bahwa kebutuhan akan platform industri seperti JAFF Market terus meningkat. Hal itu sejalan dengan semakin besarnya minat berbagai pihak untuk berinvestasi dan menjalin kolaborasi dalam industri perfilman Indonesia.
Di sisi lain, Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah, menilai laju pertumbuhan industri film kini perlu diiringi dengan penguatan ekosistem yang lebih kokoh. Menurutnya, diperlukan wadah yang mampu mempertemukan para pelaku industri dengan pasar serta calon investor agar potensi setiap proyek film dapat berkembang secara optimal.
“Indonesia memiliki talenta dan kekayaan intellectual property (IP) yang besar, namun masih membutuhkan infrastruktur industri yang mampu memperluas peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan,” jelasnya.
Di luar itu, industri perfilman Indonesia juga terus mencatatkan perkembangan positif sepanjang tahun ini. Meski berada di tengah kondisi perlambatan ekonomi, sektor film nasional tetap mampu mempertahankan kinerjanya dan menunjukkan daya tahan yang kuat.
Mengacu pada data Cinepoint dalam Industry Trends and Performance in H1 2026, sebanyak 13 film Indonesia berhasil menembus angka satu juta penonton sebelum semester pertama 2026 berakhir.
Capaian tersebut menjadi yang tercepat dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, sekaligus mencerminkan semakin banyak film nasional yang sukses menarik perhatian penonton dalam skala luas.
Pada penyelenggaraan tahun ini, JAFF Market tetap menghadirkan berbagai program andalan yang telah menjadi bagian penting dari ekosistemnya. Seluruh program tersebut dirancang untuk mendukung setiap tahapan dalam rantai nilai industri perfilman, mulai dari pengembangan proyek, peningkatan kapasitas talenta, fasilitasi business matching, hingga membuka akses yang lebih luas ke pasar internasional.
Adapun rangkaian program yang akan digelar meliputi Film Industry Exhibitions, JAFF Future Project, Talent Day, Film Lab, Film & Market Conference, Market Screening, Company Showcase, Networking Events, serta JAFF IP Connection, yang sebelumnya dikenal dengan nama JAFF Content Market.
Di luar penyelenggaraan tahunannya, JAFF Market juga terus memperluas kehadiran internasional melalui partisipasi dalam berbagai ajang industri seperti Marché du Film - Cannes, Asian Contents & Film Market - Busan, dan Asia TV Forum & Market (ATF) - Singapore. Upaya ini dilakukan untuk mempromosikan kreator dan IP Indonesia sekaligus memperkuat jejaring global yang dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri film nasional.
Selain penyelenggaraan tahunan, JAFF Market juga terus memperkuat eksistensinya di tingkat internasional dengan berpartisipasi dalam sejumlah ajang industri film bergengsi, seperti Marché du Film di Cannes, Asian Contents & Film Market (ACFM) di Busan, serta Asia TV Forum & Market (ATF) di Singapura.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari strategi JAFF Market untuk mempromosikan para kreator dan kekayaan intellectual property (IP) Indonesia ke pasar global. Melalui langkah ini, JAFF Market juga berupaya memperluas jejaring internasional sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan investasi guna mendorong pertumbuhan industri film nasional.