Bisnis.com, JAKARTA — Para kuli panggul di Stasiun Kereta Api Pasar Senen turut menyukseskan arus mudik Lebaran 2026.
Berdasarkan pantauan Bisnis, Rabu (18/3/2026), para porter tersebut mengenakan seragam berwarna kuning, lengkap dengan nama dan nomor register masing-masing. Mereka tidak henti menawarkan jasa kepada para penumpang yang hendak naik kereta api.
Khamid, Ketua Komunitas Porter Stasiun Pasar Senen mengungkapkan bahwa 180 anggota kelompok tersebut bersiaga setiap harinya, yang terbagi dalam dua jam kerja atau shift. Dia menjelaskan, jam kerja pertama dimulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB. Sementara shift berikutnya pukul 19.00 WIB sampai 07.00 WIB.
Pada kesempatan itu, dia juga menjelaskan bahwa di musim mudik seperti saat ini, para porter kebanjiram rezeki karena meningkatnya jumlah pemudik. Rata-rata setiap kuli panggul mengalami peningkatan pendapatan sebesar 50% dibandingkan dengan hari biasanya.
“Kalau soal jumlah detail saya tidak bisa menyebutkan. Tapi kalau peningkatan ya sekitar 50%. Tapi nanti ramai cuma selama dua minggu saja. Setelah itu kembali seperti biasa, dan kami tetap jalan. Maunya sih ramai terus” ujar porter dengan nomor register 001 itu.
Meski mengalami peningkatan pendapatan selama arus mudik Lebaran, tidak sedikit para kuli panggul mengalami hal pahit dalam melaksanakan tugas mereka. Khamid menjelaskan, terkadang ada penumpang yang membayar jasa pengangkutan di bawah standar tarif yang ditetapkan.
“Tapi kami menerima bayaran tersebut dengan penuh keikhlasan dan tetap melayani dengan sepenuh hati, agar penumpang terlayani dengan baik,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, selain bisa memesan jasa porter secara langsung, para penumpang di stasiun tersebut juga dapat memesan jasa panggul melalui aplikasi e-porter, dengan tarif Rp38.000 per sekali angkut.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyampaikan bahwa minat masyarakat menggunakan kereta api pada masa angkutan Lebaran tahun ini sangat tinggi, terutama pada tanggal-tanggal favorit menjelang Hari Raya.
“Pada periode 11 hingga 20 Maret 2026 atau masa pra-Lebaran, penjualan tiket KA Jarak Jauh mencapai 477.013 tiket. Bahkan pada tanggal-tanggal tertentu, sisa tempat duduk rata-rata kurang dari 500 seat per hari atau sudah mendekati penuh,” ujar Franoto.
Pada 18 Maret 2026 siang, tuturnya, volume keberangkatan penumpang KA Jarak Jauh dari wilayah Daop 1 Jakarta tercatat sebanyak 52.278 penumpang, sementara volume kedatangan mencapai 29.062 penumpang. Secara kumulatif, total penumpang berangkat selama periode 11–18 Maret 2026 telah mencapai 377.349 penumpang.
Adapun, stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi pada 18 Maret 2026 adalah Pasar Senen 22.519 penumpang, Gambir 17.687 orang, dan Bekasi 6.245 penumpang. Sementara itu untuk kedatangan tertinggi, Pasar Senen 10.265 penumpang, Gambir 8.046 penumpang dan Bekasi 4.406 penumpang.
Dia melanjutkan, dari total kapasitas 1.083.623 tempat duduk KA Jarak Jauh yang disediakan selama periode angkutan Lebaran, sebanyak 743.786 tiket telah terjual, dengan rata-rata okupansi mencapai 69%. KAI, tuturnya, masih menyediakan 333.255 tempat duduk untuk keberangkatan hingga 1 April 2026, terutama pada periode arus balik.
“Untuk keberangkatan setelah Lebaran, yakni 23 Maret hingga 1 April 2026, ketersediaan tempat duduk masih cukup banyak, mencapai lebih dari 316.000 seat. Masyarakat kami imbau untuk merencanakan perjalanan arus balik sejak dini,” tambah Franoto.
Pemesanan tiket tentu saja dilakukan secara digital baik melalui aplikasi milik KAI, atau juga melalui aplikasi perbankan seperti Wondr by BNI di mana calon penumpang dapat melakukan pembayaran langsung melalui aplikasi tersebut.