Bisnis.com, JAKARTA—Emiten jasa otomotif PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI) menargetkan membuka 7 bengkel baru pada 2026 dengan nilai investasi sekitar Rp50 miliar untuk menambah pendapatan perseroan.
Direktur Utama KAQI Imam Sujono menyampaikan untuk mencapai target pertumbuhan, perseroan menjalankan strategi percepatan pembangunan dan operasional bengkel. Pada 2026, KAQI menambah 7 bengkel baru.
“Bengkel baru pada 2026 rencananya 2 di Jawa dan 5 lainnya di luar Pulau Jawa. Nilai investasi untuk pengembangan sekitar Rp50-an miliar,” ujarnya dalam Paparan Publik, Kamis (4/12/2025).
Sepanjang tahun ini, KAQI telah membuka 6 bengkel baru, yakni di Godean, DI Yogyakarta; Bandung, Jawa Barat; Bekasi, Jawa Barat; Surabaya, Jawa timur; dan Semarang Barat; Jawa Tengah. Selain itu, KAQI melakukan relokasi ke JDJ Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Secara total, KAQI mengoperasikan 16 cabang bengkel di Jawa dan Bali. Sepanjang tahun ini, Imam Sujono memproyeksikan KAQI dapat melayani 26.759 unit mobil, naik dari posisi 22.499 unit per Oktober 2025. Tren layanan servis meningkat dari 23.466 unit pada 2024, 19.547 unit pada 2023, 17.294 unit pada 2022, dan 14.347 unit pada 2021.
Direktur Keuangan Jantra Grupo Indonesia Dodon Tri Koeswardana menyampaikan strategi ekspansi KAQI juga tercermin dari realisasi penyerapan dana IPO. Secara total, KAQI telah merealisasikan dana IPO sebesar Rp47,32 miliar per November 2025, atau 95,46%.
Perinciannya, Rp40,22 miliar atau 81,12% untuk belanja modal (capital expenditure/capex), Rp6,34 miliar atau 12,79% untuk pinjaman ke anak usaha, dan Rp764,42 juta atau 1,54% untuk belanja operasional (opex). Oleh karena itu, sisa dana IPO sebesar Rp2,25 miliar atau hanya 4,54%.
"KAQI telah merealisasikan penggunaan dana hasil IPO untuk pembangunan bengkel, seiring dengan kebutuhan tambahan fasilitas yang mendukung pendapatan,” tuturnya.
Dana IPO akan diselesaikan pemanfaatannya untuk pembangunan fasilitas baru, renovasi cabang, serta pengadaan alat kerja utama yang dibutuhkan untuk mendukung cabang-cabang yang akan beroperasi pada 2026.
Dari sisi kinerja keuangan pada 9 bulan 2025, KAQI mencatatkan pendapatan Rp53,2 miliar, naik 22,93% dari sebelumnya Rp43,30 miliar per 9 bulan 2024. Laba bersih mencapai Rp6,38 miliar, terkoreksi 10,76% dari sebelumnya Rp7,15 miliar per Juni 2024.
Hingga akhir 2025, sambung Dodon, KAQI berpotensi meraup pendapatan sesuai target Rp75 miliar. Dia mengestimasikan kontribusi setiap bengkel berkisar Rp600 juta per bulan.
“Sampai akhir tahun kami masih optimistis mencapai target. Apalagi dengan tambahan 6 bengkel baru pada 2025, ada 3 yang pertumbuhannya agresif yaitu Bandung, Surabaya, dan Bekasi,” imbuhnya.