Bisnis.com, JAKARTA— Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menekankan pentingnya audit kondisi fasilitas pendidikan secara berkala, penerapan prinsip keamanan, hingga supervisi konstruksi oleh tenaga insinyur profesional.
Hal ini merespons musibah robohnya atap gazebo di area Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat pada Minggu siang (16/11/2025). Akibat musibah ini 18 mahasiswa terdampak, yakni 1 luka berat, 6 luka-luka, dan 11 mengalami luka ringan serta trauma.
Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyampaikan simpati kepada para mahasiswa yang terdampak. Ilham Habibie juga menyatakan PII sebagai organisasi para insinyur mengambil komitmen bantuan teknis ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.
“PII sebagai organisasi profesi insinyur mesti mengambil peran dalam hal terkait keselamatan publik dan tata kelola keinsinyuran. Karena hakekatnya insinyur itu memang harus terus mencari dan memberi solusi,” kata Ilham Habibie dalam keterangan resmi, Sabtu (22/11/2025).
Selain itu, selanjutnya PII Jabar juga mendukung proses investigasi secara profesional atas musibah tersebut. Ketua PII Provinsi Jabar Muhammad Erpandi menyampaikan pihaknya mendukung dan menghormati upaya investigasi yang dilakukan oleh Universitas Siliwangi dan instansi berwenang, termasuk evaluasi struktural dan pemeriksaan kelayakan fasilitas.
Berkaitan dengan fasilitas yang dimanfaatkan secara umum, seperti kampus, PII mendukung penerapan prinsip keselamatan, etika, dan standar keinsinyuran.
“Kami perlu mengingatkan kembali mengenai pentingnya audit kondisi fasilitas pendidikan secara berkala, penerapan prinsip safety by design, supervisi konstruksi oleh tenaga insinyur profesional, dan adanya prosedur mitigasi risiko sesuai standar teknis dan etika profesi,” kata Erpandi.
Selanjutnya, PII Jabar mendorong perbaikan secara sistemik, antara lain perlu dilakukannya evaluasi komprehensif seluruh fasilitas outdoor dan sarana pendukung keselamatan di kampus. Peningkatan kapasitas SDM teknis melalui sertifikasi Insinyur Profesional (IP) dan STRI (Surat Tanda Registrasi Insinyur).
Selain itu, juga perlu kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi profesi dalam bidang keselamatan konstruksi dan fasilitas publik, dan penting juga dilakukan penyusunan pedoman teknis mitigasi risiko untuk area belajar, kegiatan mahasiswa, dan fasilitas umum kampus.
“PII Wilayah Jawa Barat bersama PII Cabang Kota Tasikmalaya siap berkolaborasi dengan Universitas Siliwangi dan pihak terkait untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, layak, serta memenuhi standar keinsinyuran,” kata Erpandi.
PII Cabang Kota Tasikmalaya juga siap menyediakan SDM insinyur profesional sesuai lingkup keinsinyuran seperti insinyur Teknik Sipil, struktur bangunan, konstruksi dan keselamatan bangunan.