Bisnis.com, JAKARTA - Masa transisi antara musim kemarau ke hujan (pancaroba) berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan masyarakat, terutama terkait sistem imun dan pernapasan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas hingga rencana liburan akhir tahun.
Dokter umum sekaligus health influencer, dr. Ikram Syah Maulana, menyebut perubahan cuaca yang tidak stabil meningkatkan risiko gangguan pernapasan seperti batuk dan flu. Pasalnya, penyebaran virtual dan bakteri jauh lebih mudah.
Tidak hanya hujan berkepanjangan, panas ekstrem juga dapat menimbulkan dehidrasi berat hingga berujung pada kondisi darurat medis, seperti syok hipovolemik, yaitu kondisi medis darurat yang terjadi ketika tubuh kehilangan sejumlah besar darah atau cairan. “Ini membuat jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh,” ujarnya, dikutip Bisnis, Senin (8/12/2025).
Agar tidak tumbang apalagi menjelang cuti bersama, tubuh dan mood menurutnya harus dipersiapkan untuk menghadapi musim pancaroba. Cuaca yang tidak menentu memang membatasi ruang gerak, tapi jangan dijadikan alasan untuk tidak aktif bergerak dan bersosialisasi.
Ikram menganjurkan untuk mencari exercise yang tidak hanya melatih kesehatan tubuh tapi juga kesehatan pikiran. Salah satunya dengan aktivitas dance rutin 15 menit yang mudah dan bisa dilakukan bersama-sama.
Aktor sekaligus professional dancer, Ara Ajisiwi, menuturkan bahwa aktivitas dance menjadi alternatif olahraga yang mudah dilakukan di dalam ruangan, sekaligus memberikan aspek hiburan.
“Berbeda dengan olahraga lari atau outdoor lainnya, dance bisa dilakukan di dalam ruangan untuk menghindari dampak cuaca dan menjaga kesehatan paru-paru serta jantung,” katanya.
Menurutnya, selain menjaga kebugaran, kegiatan dance dapat meningkatkan rasa bahagia dan mengurangi stres, terutama ketika dilakukan bersama teman atau komunitas. “Ditemani musik upbeat dan bersama teman-teman, dance menjadi olahraga sekaligus hobi seru untuk healing,” imbuhnya.
Selain menjaga gaya hidup aktif, pemanfaatan bahan alami juga dinilai dapat membantu menjaga kesehatan, terutama saat tubuh mulai menunjukkan tanda kurang fit.
Bila tubuh mulai terasa kurang sehat, jahe merah dan daun lagundi yang memiliki kandungan anti inflamasi alami bisa dimanfaatkan agar terhindar dari batuk dan napas pendek.
“Kandungan alami ini akan lebih mudah dicerna oleh tubuh, apalagi dalam hadapi cuaca tak menentu,” tambahnya.
Kedua bahan tersebut kini telah tersedia dalam bentuk praktis melalui produk Komix Herbal, sehingga mudah dikonsumsi saat diperlukan.
Head of Business Upper Respiratory & Women Health – Public Relations PT Bintang Toedjoe, Andry Mahyudi, menambahkan bahwa keberadaan tanaman herbal asli Indonesia merupakan nilai lebih yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan masyarakat.
“Kita beruntung sekali di Indonesia punya kekayaan tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan dalam menghadapi musim pancaroba,” tuturnya.