Bagaimana Treelogy mentransformasi daun kelor jadi industri senilai $18 miliar? Pelajari strategi premium pricing & filosofi regeneratif mereka di pasar global. [363] url asal
Bisnis.com, DENPASAR - Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana beberapa tanaman yang dulunya dianggap "tanaman kampung" tiba-tiba menjadi trending di pasar global? Nah, itulah yang sedang terjadi dengan daun kelor atau pohon moringa. Yang menarik, di balik fenomena ini ada sebuah startup Indonesia bernama Treelogy yang berhasil mentransformasi persepsi dunia tentang manfaat daun kelor.
Bayangkan saja, industri moringa global yang dulunya hanya dianggap sebagai suplemen biasa, kini diprediksi mencapai USD18,2 miliar pada 2030. Treelogy, perusahaan dari Bali ini, tidak hanya ikut merasakan boom tersebut mereka justru menjadi salah satu pemimpin dalam revolusi obat herbal berbasis daun kelor di pasar internasional.
Apa yang Membuat Treelogy Berbeda dari Kompetitor?
Jika kebanyakan perusahaan moringa fokus pada volume produksi massal, Treelogy justru mengambil jalur premium dengan filosofi yang unik. Didirikan oleh Sacha Aguila selama disruption Covid-19. Visinya sederhana namun ambisius: memulihkan kesehatan sehari-hari manusia dan bumi melalui nutrisi fungsional dan produk perawatan tubuh berbasis moringa.
Filosofi Regeneratif sebagai Competitive Advantage
People Care: Memberikan upah jauh di atas minimum dan mengembalikan kehormatan profesi petani. Hal ini penting mengingat generasi muda Indonesia semakin enggan terjun ke dunia pertanian.
Earth Care: Memperkaya tanah melalui kompos, pembatasan pemadatan tanah, penampungan air hujan, dan peningkatan bahan organik praktik yang menciptakan lahan pertanian lebih tahan terhadap perubahan iklim.
Future Care: Menjalankan kebun sebagai pusat pembelajaran regeneratif, berbagi ilmu dengan petani lain daripada menyimpannya sendiri. Tantangan dan Strategi Menghadapinya
Tentunya tidak semua berjalan mulus. Industri ini menghadapi tantangan yang harus diantisipasi:
Vulnerabilitas supply chain akibat konsentrasi geografis di daerah tropis
Variasi standardisasi kualitas yang masih inkonsisten antar produsen
Kompleksitas regulasi internasional yang berbeda-beda per negara
Edukasi konsumen yang masih terbatas di beberapa emerging market
"Treelogy bukan sekadar brand moringa, kami adalah gerakan untuk mengembalikan Indonesia sebagai pusat wellness dunia. Dengan kandungan nutrisi 40% lebih tinggi dari produk sejenis, kami tidak hanya menjual produk, tetapi membangun ekosistem kesehatan berkelanjutan," ujar Sacha Aguila, Founder & CEO Treelogy.
"Dengan memastikan moringa kami bebas batang, dipanen saat subuh, dan didehidrasi pada suhu 38°C, kami menjaga kandungan nutrisi jauh di atas standar industri. Visi kami adalah mendefinisikan ulang konsep wellness sebagai sistem regeneratif yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membangun kembali ekonomi lokal dan memulihkan hubungan harmonis kita dengan alam."
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56