Bisnis.com,JAKARTA — Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai penerapan bunga pinjaman 6% per tahun pada Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih berpotensi sulit direalisasikan secara berkelanjutan.
Ekonom Digital Celios Nailul Huda menilai terdapat dua faktor utama yang menjadi tantangan, yakni tingginya biaya operasional serta profil risiko nasabah.
Huda menjelaskan, dalam industri perbankan saja rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) ditekan hingga sekitar 60%, dengan rata-rata berada di kisaran 70%—90%.
Sementara itu, koperasi memiliki keterbatasan sumber pendapatan di luar simpan pinjam, di sisi lain harus menanggung beban operasional yang tinggi, mulai dari biaya tenaga kerja hingga pengelolaan gedung, sehingga rasio beban terhadap pendapatan bahkan bisa melampaui 100%.
“Dengan bunga rendah, saya rasa sulit untuk bertahan. Kemudian, profil risiko calon nasabahnya juga tinggi, artinya ada biaya untuk mengamankan pembiayaan melalui asuransi,” kata Huda kepadaBisnis, Senin (30/3/2026).
Selain itu, dia juga menyoroti perbedaan mendasar dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang selama ini mampu menawarkan bunga rendah karena adanya subsidi dari pemerintah.
“KUR saja, 3-6% tersebut ada subsidi pemerintah di mana perbankan tetap menerima pendapatan bunga yang tinggi. Mereka tetap mendapatkan bunga hingga 12%, cuman ada selisih yang ditanggung oleh pemerintah. Apakah Koperasi Simpan Pinjam KDMP akan jadi penyalur KUR? Apakah siap secara modal?” ujarnya.
Huda menilai implementasi bunga rendah di KopDes Merah Putih berisiko menghadapi persoalan keberlanjutan jika tidak disertai skema pendukung yang memadai, baik dari sisi subsidi, permodalan, maupun mitigasi risiko kredit.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan 80.000 KopDes/Kel Merah Putih akan menyediakan akses kredit murah bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, yakni dapat ditekan hingga 6% per tahun.
Kepala Negara RI itu menyebut terjadi ketimpangan suku bunga pinjaman, di mana kredit mikro bagi masyarakat kecil masih berada di kisaran 24%, sedangkan pengusaha besar memperoleh pembiayaan dengan bunga jauh lebih rendah, yakni sekitar 9%—12%.
Dia menegaskan bahwa bunga pinjaman KopDes Merah Putih harus lebih rendah dari kredit mikro yang ada saat ini, bahkan ditargetkan bisa mencapai 6% per tahun.
“Nanti Koperasi merah putih harus di bawah itu, kalau perlu 6% setahun. Bisa,” kata Prabowo dalam YouTube resmi Prabowo Subianto, Minggu (22/3/2026).
Prabowo menegaskan bahwa kehadiran KopDes/Kel Merah Putih didorong oleh kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kondisi ekonomi petani, khususnya dalam mengakses pembiayaan.