JAKARTA, KOMPAS.com - Insiden kebakaran yang menimpa KMP Aceh Hebat 2 menjadi perhatian utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Di tengah upaya penanganan pascakejadian, perusahaan memusatkan langkah pada pemulihan kondisi serta pemberian pendampingan bagi para korban yang terdampak, sembari memastikan proses investigasi dan penanganan berjalan secara optimal.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas kebakaran yang terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 pada Jumat (12/6/2026).
KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo saat ditemui di acara Media Briefing Kesiapan Nataru ASDP Indonesia Ferry Indonesia, Jakarta, Senin (15/12/2025).Peristiwa tersebut terjadi saat kapal sedang bersandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Dia menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dan pendampingan yang diperlukan.
Menurutnya, ASDP terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memberikan bantuan terbaik kepada para korban serta keluarga yang terdampak akibat insiden tersebut.
“Atas nama manajemen ASDP, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini," kata Heru dalam keterangan resmi, dikutip pada Sabtu (13/6/2026).
"Kami turut mendoakan agar seluruh korban diberikan kekuatan dan dapat segera pulih,” lanjut Heru.
Ia menegaskan bahwa ASDP akan terus hadir mendampingi para korban selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.
“Kami ingin memastikan bahwa para korban dan keluarga tidak menghadapi situasi ini sendirian," ujarnya.
Fokus utama kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta pendampingan yang diperlukan,” lanjutnya.
Foto: Dok. Polresta Banda Aceh Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas insiden ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2, Jumat (12/6/2026).Sebanyak 15 orang yang mengalami luka bakar akibat insiden tersebut telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis intensif.
ASDP memastikan terus memberikan pendampingan kepada para korban sekaligus menjalin koordinasi dengan instansi terkait guna memantau perkembangan kondisi mereka dan memastikan seluruh kebutuhan perawatan dapat terpenuhi secara maksimal.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis yang berada di ruang mesin kapal.
Menyikapi situasi tersebut, awak kapal segera menerapkan prosedur tanggap darurat dengan melakukan pemadaman awal serta mengevakuasi para korban ke lokasi yang aman.
Respons cepat kru kapal dinilai berhasil mencegah dampak yang lebih besar.
Api dapat dipadamkan dalam kurun waktu sekitar tiga hingga empat menit sehingga tidak sempat menjalar ke bagian kapal lainnya.
General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan seluruh jajaran ASDP di wilayah tersebut saat ini memusatkan perhatian pada penanganan korban dan penguatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar proses penanganan pascakejadian dapat berlangsung secara efektif dan menyeluruh.
“Kami secara konsisten akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam proses investigasi guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut," ungkap dia.
Kami berkomitmen mendukung penuh proses investigasi yang berlangsung serta melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari upaya memperkuat standar keselamatan operasional,” jelas Andri.
Sejak insiden terjadi, ASDP Cabang Banda Aceh langsung mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit, KSOP, Kepolisian, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga instansi terkait lainnya.
ASDP turut menyampaikan penghargaan kepada awak kapal, petugas pelabuhan, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan keadaan darurat.
Saat ini, perusahaan masih terus berkoordinasi dengan otoritas berwenang dalam rangka penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
ASDP akan mendukung penuh jalannya proses investigasi sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek operasional dan keselamatan sebagai upaya memperkuat standar keamanan pelayaran di masa mendatang.
“Keselamatan dan keamanan pengguna jasa serta seluruh insan yang bekerja di lingkungan operasional ASDP akan selalu menjadi prioritas utama perusahaan," jelasnya.
Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan aspek keselamatan sebagai bagian dari tanggung jawab kami dalam memberikan layanan penyeberangan yang andal dan aman,” tegas Heru.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang