Bisnis.com, JAKARTA — UOB Indonesia kembali menggelar kompetisi seni rupa UOB Painting of the Year (POY). Tahun ini, ajang penghargaan kepada seniman Asia Tenggara untuk memamerkan karya mereka kepada publik itu telah memasuki tahun ke-16 di Indonesia.
Selain di Indonesia, kompetisi yang digagas sejak 1982 ini juga diselenggarakan secara berkesinambungan di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Selama lebih dari empat dekade, ajang ini turut berperan dalam menumbuhkembangkan karier banyak seniman di kawasan Asia Tenggara.
Ajang ini juga menghadirkan penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Year yang mempertemukan para pemenang dari masing-masing negara untuk berkompetisi di tingkat regional.
Pemenang regional nantinya akan memperoleh hadiah uang tunai sebesar 13.000 dolar Singapura serta kesempatan mengikuti program residensi seniman di luar negeri.
Luke Ariefiandi, Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, mengatakan kompetisi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang UOB dalam mendukung perkembangan komunitas seni lokal.
Menurutnya, UOB ingin membantu seniman berkembang secara berkelanjutan tidak hanya melalui kompetisi, tetapi juga lewat akses jejaring regional dan internasional.
“Kompetisi ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami dalam mendukung perkembangan komunitas seni lokal. Kami berfokus dalam memberdayakan seniman untuk tumbuh secara berkelanjutan di luar kompetisi,” ujarnya dalam taklimat resmi.
Menurut Luke, melalui UOB Art Alumni Network, para seniman Indonesia dapat terhubung dengan berbagai peluang di Asia Tenggara hingga panggung global.
Program ini mencakup pameran, diskusi seni, kolaborasi profesional, hingga residensi internasional yang dirancang untuk memperluas visibilitas dan jejaring seniman.
Sebagai bagian dari pengembangan tersebut, alumni terpilih UOB POY juga akan memperoleh kesempatan mengikuti program UOB-NAFA Studios Residency di Paris.
Tahun ini, pemenang Gold Award kategori Established Artist UOB POY 2025 Indonesia, Aurora Arazzi, terpilih mengikuti program residensi di Cité Internationale des Arts, Paris mulai Juli 2026.
Tahun ini, UOB juga memperbarui kriteria kategori Established Artist atau Seniman Profesional. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan proses penilaian lebih relevan berdasarkan pengalaman berkarya dan keterlibatan nyata seniman dalam ekosistem seni.
Seniman yang mengikuti kategori tersebut diwajibkan memenuhi minimal tiga syarat, seperti pernah diwakili galeri seni komersial, menjual karya, mengikuti pameran kelompok atau tunggal, menerima grant atau komisi seni, hingga memperoleh penghargaan seni.
Kompetisi UOB POY 2026 dibuka mulai 6 Mei hingga 31 Juli 2026. Kompetisi ini terbuka bagi seluruh warga negara dan penduduk tetap Indonesia berusia 16 tahun ke atas yang ingin mengirimkan satu karya seni orisinal secara digital.
Panel juri tahun ini terdiri atas Melati Suryodarmo sebagai Ketua Dewan Juri, Agung Hujatnika, serta Heri Pemad. Ketiganya dikenal aktif di ekosistem seni rupa Indonesia maupun internasional.
Pemenang UOB POY 2026 Indonesia akan diumumkan pada 24 September 2026 dan mewakili Indonesia di tingkat regional dalam ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year. Pemenang regional akan diumumkan pada 28 Oktober 2026 di Singapura.
UOB Indonesia juga menggelar roadshow di Bandung yang menghadirkan pemenang UOB POY dan praktisi seni. Program ini ditujukan untuk menginspirasi seniman muda sekaligus memperdalam pengetahuan artistik masyarakat.