Bisnis.com, CIREBON- Pemerintah Kota Cirebon menyatakan kesiapannya berperan sebagai etalase sekaligus penghubung pemasaran berbasis komunitas bagi produk kopi yang berasal dari kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat.Peran tersebut diklaim strategis mengingat posisi Kota Cirebon sebagai kota jasa dan perdagangan di wilayah Ciayumajakuning.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman mengatakan, Kota Cirebon memiliki ekosistem usaha yang matang untuk distribusi kopi Gunung Ciremai, mulai dari pelaku UMKM, komunitas kopi, hingga jaringan kedai dan kafe.
Selain itu, sejumlah pelaku UMKM di Kota Cirebon pun telah menggunakan biji kopi dari Gunung Ciremai sebagai bahan baku utama. Bahkan, ada pelaku usaha yang mengembangkan produk turunan berupa wine coffee dengan karakter khas kopi Ciremai.
“Biji kopi yang digunakan berasal dari wilayah Cibeureum, Kabupaten Kuningan, yang berada di kawasan kaki Gunung Ciremai. Ini menunjukkan keterhubungan yang sudah berjalan antara petani dan UMKM,” kata Iing di Cirebon, Kamis (22/1/2026).
Kualitas kopi Gunung Ciremai, kata Iing, mulai menarik perhatian pelaku serta penikmat kopi dari luar negeri. Salah seorang pencinta kopi asal Korea Selatan pun menunjukkan minat serius terhadap produk kopi yang diolah oleh pelaku UMKM di Kota Cirebon.
Menurutnya, pencinta kopi tersebut bukan hanya tertarik pada cita rasa, melainkan tertarik pula dengan lokasi penanaman kopi dan langsung mendatangi kawasan perkebunan kopi di Gunung Ciremai hingga ketinggian sekitar 2.650 meter di atas permukaan laut.
“Orang Korea Selatan itu ingin memastikan kopi tersebut dibudidayakan secara ramah lingkungan dan tidak terkontaminasi pestisida, mulai dari pupuk hingga proses tanamnya,” ujarnya.
Di satu sisi, lanjut Iing, ketertarikan pasar internasional ini menjadi peluang penting untuk meningkatkan nilai tambah kopi Gunung Ciremai. Namun, peluang tersebut memerlukan peran aktif pemerintah daerah untuk menjembatani kepentingan petani kopi dengan pelaku UMKM, komunitas kopi, dan pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen memfasilitasi promosi, pemasaran, serta penguatan jejaring antara komunitas penggiat kopi, kedai, dan kafe agar penggunaan biji kopi Ciremai semakin meluas. Dengan begitu, Kota Cirebon dapat berfungsi sebagai pusat etalase, distribusi, sekaligus pemasaran produk kopi tersebut.
“Kami ingin kopi Gunung Ciremai dikenal luas dan memiliki posisi yang kuat di pasar, sebagaimana kopi Gayo atau kopi dari daerah lain yang sudah lebih dulu memiliki brand nasional dan internasional,” katanya.
Secara geografis, kawasan perkebunan kopi Gunung Ciremai berada di wilayah administratif Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka. Untuk wilayah Kabupaten Kuningan, data dinas setempat menunjukkan produksi kopi sepanjang tahun 2025 mencapai 1.236 ton. Komoditas robusta masih menjadi kontributor terbesar dalam struktur produksi tersebut.
Capaian produksi tahun 2025 itu tercatat meningkat signifikan dibandingkan realisasi panen tahun 2024 yang berada di kisaran 775,8 ton. Kenaikan produksi ini mencerminkan potensi pasokan yang cukup besar untuk mendukung pengembangan industri hilir kopi, termasuk pengolahan dan pemasaran melalui Kota Cirebon.