Bisnis.com, JAKARTA — Generasi muda semakin akrab dengan kafein dari berbagai minuman karena dianggap membantu tetap terjaga, fokus, dan produktif di tengah aktivitas yang padat.
Bagi banyak orang, minum kopi sudah menjadi kebiasaan rutin, bahkan bagian dari gaya hidup. Dalam dosis rendah hingga sedang, kafein memang dapat meningkatkan kewaspadaan, energi, konsentrasi, serta memperbaiki suasana hati.
Namun, konsumsi kafein yang berlebihan justru bisa membawa dampak sebaliknya. Alih-alih membantu, tubuh dan pikiran bisa mengalami gangguan yang mengganggu aktivitas harian.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyarankan orang dewasa sehat membatasi konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari. Sementara itu, remaja usia 12–18 tahun dianjurkan tidak mengonsumsi lebih dari 100 miligram per hari, padahal satu minuman energi bisa mengandung dua hingga tiga kali lipat dari jumlah tersebut.
Jika dikonsumsi berlebihan, kafein dapat memicu rasa gelisah, jantung berdebar, hingga pikiran terasa berpacu. Kondisi ini sering kali membuat seseorang sulit fokus dan justru menurunkan produktivitas.
Mengutip dari Help Guide, berikut dampak negatif terlalu banyak mengonsumsi kafein yang perlu diwaspadai:
- Gangguan fungsi jantung, kafein dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah sementara. Pada beberapa orang, hal ini memicu jantung berdebar atau irama jantung tidak teratur, terutama jika dikombinasikan dengan alkohol.
- Gangguan tidur atau insomnia, konsumsi kafein berlebihan membuat tubuh sulit rileks dan tidur nyenyak. Kurang tidur dapat menyebabkan lelah di siang hari, mudah marah, stres, dan sulit berkonsentrasi.
- Penurunan kesehatan tulang, beberapa penelitian menunjukkan kafein dapat meningkatkan pengeluaran kalsium dari tubuh. Kondisi ini berisiko mengganggu kesehatan tulang, terutama pada remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
- Gangguan pencernaan, kafein meningkatkan produksi asam lambung yang dapat memicu mual, nyeri ulu hati, atau rasa tidak nyaman di perut. Efek ini bisa semakin terasa saat tubuh sedang stres.
- Dampak pada perkembangan otak, pada usia muda, kafein diduga dapat mengganggu perkembangan otak secara tidak langsung melalui gangguan tidur. Padahal, tidur berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan otak.
- Pengaruh pada penampilan, kafein dapat mengurangi produksi kolagen yang menjaga elastisitas kulit. Selain itu, kopi juga dikenal dapat meninggalkan noda pada gigi jika dikonsumsi berlebihan.
Kafein tetap bisa dikonsumsi selama dibatasi secara bijak dengan mengenali batas aman dan memperhatikan respons tubuh agar manfaatnya tidak berubah menjadi risiko kesehatan.