Bisnis.com, JAKARTA — Anak usaha menjadi mesin laba bagi tiga bank besar milik negara, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) pada kuartal III/2025.
Dalam catatan Bisnis, BRI menegaskan dominasinya sebagai kelompok perbankan dengan kontribusi anak usaha paling besar. Menurut data perusahaan, hingga akhir kuartal III/2025, BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp41,23 triliun, dengan anak usaha menyumbang hampir 20% terhadap total laba grup.
Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto, menyampaikan bahwa 10 anak usaha BRI, meliputi Pegadaian, PNM, BRI Life, BRI Insurance, Bank Raya, BRI Finance, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Manajemen Investasi, BRI Ventures, dan BRI Global Financial Services, seluruhnya memberikan kontribusi positif.
“Kinerja 10 perusahaan anak BRI tersebut tercatat semakin baik dan memberikan kontribusi positif terhadap BRI,” ujar Agus dalam konferensi pers paparan kuartal III/2025 belum lama ini.
Secara detail, Pegadaian menjadi penyumbang laba terbesar dengan kontribusi 69,2%, disusul oleh PNM sebesar 13,4%, BRI Life 9,5%, BRI Insurance 5,8%, dan entitas lain 2,1%.
Total aset anak usaha BRI per September 2025 mencapai Rp244,5 triliun, tumbuh 15% dibandingkan Rp212,6 triliun setahun sebelumnya. Loan & financing anak usaha juga naik 16,6% menjadi Rp169,7 triliun dari Rp145,5 triliun.
Kontributor utama aset masih berasal dari Pegadaian dan PNM dengan masing-masing Rp128,9 triliun dan Rp55,7 triliun, setara 52,7% dan 22,8% dari total aset anak usaha.
Lalu disusul BRI Life dengan aset Rp27,6 triliun, Bank Raya Indonesia Rp13,6 triliun, serta entitas lainnya seperti BRI Insurance, BRI Finance, BRI Ventures, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Manajemen Investasi, dan BRI Global Financial Services.
Bank Mandiri
Dari sisi kinerja konsolidasi, Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp37,7 triliun hingga September 2025, sedikit menurun dibandingkan Rp42,01 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, kinerja anak usaha masih menjadi salah satu sumber kekuatan utama bagi grup.
Total laba bersih anak usaha Bank Mandiri mencapai Rp8,46 triliun, sedikit turun 0,95% dibandingkan tahun lalu. Namun, kontribusi laba berdasarkan kepemilikan justru naik 3% menjadi Rp4,62 triliun dari Rp4,49 triliun.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) menjadi penyumbang laba terbesar dengan Rp5,56 triliun, naik dari Rp5,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Disusul AXA Mandiri Financial Services Rp887 miliar, Mandiri Taspen Rp540 miliar, serta gabungan Mandiri Utama Finance dan Mandiri Tunas Finance Rp1,14 triliun.
Total aset anak usaha Bank Mandiri mencapai Rp593,83 triliun, tumbuh 9,05% YoY. BSI menjadi kontributor terbesar dengan total aset Rp416,56 triliun, tumbuh 4,14% per kuartal (QoQ) dan 12,4% YoY, setara 70,1% dari total aset anak usaha Mandiri Group.
Mandiri Taspen mencatatkan total aset Rp69,79 triliun, naik 5,08% QoQ dan 8,23% YoY, sedangkan Bank Mandiri Europe Limited menorehkan kenaikan 10,2% menjadi Rp4,82 triliun.
Dari segmen multifinance, Mandiri Utama Finance mencatatkan pertumbuhan aset 6,78% QoQ menjadi Rp17,09 triliun dan 16,2% YoY, sementara Mandiri Tunas Finance justru turun 6,81% QoQ menjadi Rp28,8 triliun dengan penurunan tahunan 19,4%.
Pada lini asuransi, AXA Mandiri Financial Services menorehkan peningkatan aset 2,48% QoQ menjadi Rp43,83 triliun, naik 2,61% YoY, sedangkan Mandiri Inhealth tidak lagi dikonsolidasikan setelah kepemilikan Mandiri turun menjadi 20%.
Dari sektor sekuritas dan modal ventura, Mandiri Sekuritas membukukan kenaikan aset 29,4% QoQ menjadi Rp6,57 triliun (meski turun 1,53% YoY), sementara Mandiri Capital mencatatkan Rp6,30 triliun, naik 2,46% QoQ dan 8,32% YoY. Adapun Mandiri Remittance meningkat 7,29% menjadi Rp37 miliar, meski turun 0,49% secara kuartalan.
BNI
Berbeda dengan dua bank pelat merah lainnya, BNI mencatatkan pelemahan kontribusi anak usaha hingga kuartal III/2025. Laba bersih konsolidasian BNI tercatat Rp15,12 triliun, turun dari Rp16,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Meski total aset entitas anak naik 17,3% YoY menjadi Rp63,2 triliun, laba bersih anak usaha justru turun tajam 56,9% menjadi Rp146,1 miliar, dari Rp339,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Alhasil, total kontribusi anak usaha terhadap BNI Group melemah menjadi Rp1,82 triliun, turun 2,4% dari Rp1,87 triliun tahun lalu.
Anak usaha BNI meliputi BNI Finance (99,99%), BNI Sekuritas (75%), BNI Life Insurance (60%), BNI Remittance (100%), Hibank (63,92%), dan BNI Ventures (99,98%).
Selain itu, BNI juga memiliki cucu usaha di bawah BNI Sekuritas dan BNI Finance seperti BNI Asset Management (99,9%) dan BNI Sekuritas (100%).
Pendapatan bunga BNI tercatat Rp51,16 triliun, tumbuh 4,77% YoY dari Rp48,83 triliun, dengan beban bunga Rp21,91 triliun, sehingga pendapatan bunga bersih mencapai Rp29,25 triliun.
Kinerja kuartal III/2025 menegaskan bahwa anak usaha bank pelat merah tidak hanya memperkuat sumber laba konsolidasi, tetapi juga menjadi penopang utama diversifikasi bisnis.