Presiden Prabowo memilih sapi Simental seberat 1,1 ton dari Padang sebagai kurban untuk korban bencana di Batu Busuk, Padang, pada Iduladha 2026. [408] url asal
Bisnis.com, PADANG - Seekor sapi Simental asal Kota Padang, Sumatra Barat, yang berada di Koto Luar, Kecamatan Pauh, mendapat kesempatan untuk menjadi hewan kurban atas nama Presiden RI Prabowo Subianto.
Peternak sapi, Jeri, mengatakan bahwa sapi Simental yang dipilih oleh pihak istana kepresidenan itu beratnya mencapai 1,1 ton dengan harga jual Rp98 juta.
Sebelum sapi yang diberi nama Marboro itu dipilih menjadi hewan kurban, telah dilakukan berbagai pemeriksaan mulai dari kesehatan, hingga soal syarat dikatakan sah sebagai hewan kurban.
“Di Padang ini ada 3 sapi yang jadi pilihan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata sapi Simental milik saya yang dipilih, karena berat badan dan kondisi kesehatan dinilai lebih layak jadi hewan kurban untuk Presiden RI Prabowo,” katanya, Selasa (19/5/2026).
Dia menjelaskan sebelumnya dirinya melakukan rapat secara virtual bersama pihak istana kepresidenan, hingga akhirnya pihak tim kesehatan hewan turun ke kandang ternak sapinya itu, dan beruntung, sapi Simental nya terpilih.
Sapi Simental itu telah dipelihara dan dirawat oleh Jeri selama 2 tahun ini, dan kini usia sapi Marboro memasuki usia 4 tahun. Menurutnya usia demikian, sudah layak untuk dijadikan hewan kurban.
“Sekarang usianya 4 tahun. Untuk ukuran sapi, kalau usia 5 tahun, sudah termasuk berusia tua,” ujarnya.
Sapi Marboro itu sebelumnya dibeli dari Kabupaten Solok dalam kondisi masih anak, kemudian dua tahun lamanya sapi tersebut dirawatnya, hingga kini bobot badannya mencapai 1,1 ton.
“Saya merasa senang sapi yang saya rawat ini dipilih sebagai hewan kurban atas nama Presiden RI Prabowo Subianto, dan ini untuk pertama kalinya sapi yang di kandang saya dipilih untuk jadi hewan kurban,” ungkapnya.
Jeri bilang selama ini sapi-sapi yang ada di kandangnya itu, dibesarkan untuk dijual dalam bentuk daging. Makanya, sapi yang dipeliharanya dipilih jenis Simental, karena memiliki bobot badan yang besar.
“Selama ini keluarga saya menjual sapi pedagang atau dalam bentuk daging nya, nama usaha kami Daging Segar Adek,” sebutnya.
Dikatakannya sapi Marboro itu nantinya akan dikirim ke daerah Batu Busuk, yang merupakan daerah bekas terdampak bencana bencana alam yang tejadi pada November 2025 lalu.
“Sesuai arahan dari istana kepresidenan, sapi ini dikirim untuk masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Padang yakni di Batu Busuk,” jelasnya.
Sapi itu direncanakan akan dikirim ke Batu Busuk pada Selasa (26/5) atau sehari jelang Hari Raya Iduladha, dimana menurut keterangan dari Menteri Agam bahwa Iduladha jatuh pada 27 Mei 2026 mendatang.
“Sebelum sapi ini dikirim, kami akan terus merawatnya dengan baik. Sehingga saat tiba pada waktunya nanti, sapi ini tetap sehat,” tutup Jeri.
Presiden Prabowo meninjau posko pengungsi di Agam, Sumbar, untuk melihat korban bencana dan berjanji memulihkan keadaan. Kunjungan ini juga mencakup Padang Pariaman dan Tanah Datar. [346] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke Posko Pengungsian SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat untuk melihat korban bencana alam.
Berdasarkan informasi yang diterima Bisnis, Kamis (18/12/2025), Presiden akan menuju tiga kabupaten di Sumatera Barat, yaitu Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar. Di Kabupaten Agam, Prabowo akan mendarat di helipad Lapangan Sepak Bola Ipensi Ngungun.
Dalam kunjungan Prabowo ke Agam, tampak seorang pria tua dengan pakaian lusuh berusaha menyalam orang nomor 1 di Indonesia ini. Pria tersebut mengadukan segala keluh kesahnya langsung kepada presiden sambil menangis.
Presiden Prabowo menepuk pundak pria tersebut berkali-kali untuk memberikan penguatan kepada korban bencana alam.
Lokasi Posko Pengungsian SD 05 juga terlihat mulai tertata rapi dan sudah ada tenda pengungsian dan juga umbul-umbul tulisan Polri Untuk Masyarakat. Ada beberapa tenda Polri yang berada di lokasi tersebut.
Sebelumnya, Kepala Negara menyampaikan bahwa bencana ini harus dihadapi dengan penuh kewaspadaan karena permasalahan perubahan cuaca dan iklim. Presiden juga menegaskan bahwa keadaan bencana yang sedang dihadapi harus diatasi bersama.
“Kita berdoa saudara-saudara kita segera bisa pulih dan kita bekerja keras untuk memulihkan keadaan sehingga rekonstruksi dan rehabilitasi bisa segera dimulai,” ujar Presiden Prabowo dalam pengantarnya di Sidang Kabinet Paripurna pada Senin (15/12/2025).
Sebelumnya, Kepala Negara lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada pukul 17.00 WIB.
Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan ke Sumatra Barat yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena aliran listrik belum sepenuhnya masuk wilayah terdampak banjir Sumatra, khususnya wilayah Aceh Tamiang.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat meninjau posko pengungsian warga terdampak banjir di Desa Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (12/12/2025). Prabowo mengatakan pemerintah akan turun akan membantu semua warga yang terdampak banjir.
"Saya minta maaf kalau masih ada yg belum, kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yg belum ya, listrik sudah mulai. Ya, kita berusaha kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit jadi kita atasi bersama. Saya kira itu saja, ya mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal," katanya.
Sebanyak 24 jenazah korban banjir di Sumbar dimakamkan massal di TPU Bungus, Padang, setelah tak teridentifikasi selama dua pekan di RS Bhayangkara. [547] url asal
Bisnis.com, PADANG - Sebanyak 24 jenazah yang merupakan korban bencana alam di Provinsi Sumatra Barat dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus, Padang pada Rabu (10/12) siang
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan pemakaman massal yang dilakukan ini setelah adanya koordinasi bersama Polda Sumbar, mengingat 24 jenazah tersebut berada di Posko DVI Polda Sumbar yang berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Dimana 24 jenazah itu tidak bisa diidentifikasi setelah berada hampir dua pekan di RS Bhayangkara.
“Untuk 24 jenazah ini tidak teridentifikasi, baik identitas maupun keluarganya. Keputusan ini merupakan hasil keputusan rapat gabungan antara Dinas Sosial Sumbar, Dinas Sosial Agam, dan Kabid DVI Polri, Wadan DVI Polda Sumbar, Karumkit Bhayangkara, BPBD Sumbar, Dinas Kesehatan Sumbar,” katanya, Rabu (10/12/2025).
Dia menyampaikan dalam menyelenggarakan pemakaman massal ini, turut dibantu oleh Polda Sumbar, bahkan untuk imam jenazah dilaksanakan langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Kemudian untuk proses pemakaman juga dilakukan langsung oleh personel kepolisian.
“Jadi tentang teknis pelaksanaan dan pembiayaan penyelenggaraan pemakaman massal ini akan menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Provinsi Sumbar. Dalam pelaksanaan di lapangan, kami dibantu langsung oleh Polri dan termasuk dari TNI,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan salah satu alasan mengambil kesepakatan melakukan pemakaman massal terhadap 24 jenazah itu, karena secara waktu keberadaan jenazah tersebut sudah lama tersimpan di RS Bhayangkara Padang.
Apalagi dari 24 jenazah tersebut, 20 jenazah diantaranya masih dalam kondisi utuh, sedangkan 4 jenazah lainnya hanya terdapat sejumlah bagian tubuh manusia saha. Oleh karena itu, langkah percepatan pemakaman penting dilakukan.
“Sebelum 24 jenazah ini kami makamkan, seluruh jenazah itu sampel DNA-nya sudah kami ambil. Apabila dikemudian hari nanti, ada pihak keluarga dari jenazah yang datang mencari, kami bisa mencocokkan DNA tersebut,” jelasnya.
Kapolda menegaskan bahwa data DNA tersebut nantinya akan menjadi kunci untuk mengetahui identitas dari jenazah tersebut. Makanya, hal yang utama dilakukan sekarang adalah harus segera memakamkan jenazah.
“Sampel DNA dari 24 jenazah ini, beserta sampel pendamping dari keluarga yang melapor hilang, telah dikirim untuk pemeriksaan lanjutan,” sebutnya.
Gatot Tri Suryanta berharap kepada pihak keluarga yang merasa masih mencari korban bencana alam, bisa mendatangi RS Bhayangkara Padang, dan dia juga menjamin pelayanan bagi masyarakat dimaksud selama 24 jam.
“Apabila ada sanak saudara yang masih merasa kehilangan akibat bencana alam, harap segera laporkan ke posko pusat DVI Polda Sumbar di RS Bhayangkara Padang, atau hubungi layanan telepon 110,” tegas Kapolda.
Sebelum dilakukan pemakaman massal di TPU Bungus Padang, 24 jenazah ini dishalatkan terlebih dahulu Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Diperkirakan ada ratusan masyarakat bersama pemerintah daerah dan kepolisian serta TNI, ikut menshalatkan jenazah tersebut dan yang bertindak sebagai imam salat adalah Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, sementara pembacaan doa dipimpin langsung oleh Imam Besar Masjid Raya, Ustadz Rahimul Amin.
Adapun, 24 jenazah yang dimakamkan tersebut berasal dari Kabupaten Agam 17 jenazah yang terdiri dari 9 Laki-laki, 5 perempuan, dan 3 berupa bagian tubuh. Kabupaten Padang Pariaman 6 jenazah, dan Kota Padang Panjang 1 jenazah.
Seorang jemaah menangis saat pembacaan doa usai menyelenggarakan shalat jenazah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Kota Padang, Sumatra Barat, Rabu (10/12/2025). Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Polda Sumbar dan TNI menyelenggarakan pemakaman massal terhadap 24 jenazah korban bencana alam yang tidak teridentifikasi. Bisnis/Muhammad Noli Hendra
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56