Bisnis.com, PADANG - Hingga pekan kedua pasca banjir bandang melanda sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Sumatra Barat masih terus diupayakan pencarian 98 korban yang belum ditemukan hingga Minggu (7/12) pagi tadi.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi mengatakan kondisi update saat ini adapun untuk korban meninggal dunia mencapai 228 orang, 112 orang mengalami luka-luka, serta 98 korban lainnya masih dinyatakan hilang. Proses pencaharian saat ini dihadapkan dengan hujan yang kembali melanda wilayah pencarian korban yang masih hilang tersebut.
“Setelah beberapa hari cuaca cerah di Sumbar, ternyata terhitung sejak Sabtu (6/12) kemarin hujan mulai turun, dan bahkan air pun kembali meluap dan menapaki aliran banjir yang terjadi semulanya, tapi kondisi air tidak separah banjir bandang yang sebelumnya. Hal ini membuat proses pencarian jadi terganggu,” katanya, Minggu (7/12/2025).
Arry berharap 98 korban yang masih hilang tersebut bisa segera ditemukan, karena memasuki pekan kedua pascabanjir bandang ini, segala upaya yang telah dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan di lapangan.
Selain itu, dia menyampaikan akibat bencana ini masyarakat yang terdampak sebanyak 247.402 jiwa. Dari jumlah tersebut, mengungsi sebanyak 20.604 orang. ”Data tersebut bersumber dari laporan resmi kabupaten dan kota terdampak dan telah melalui verifikasi instansi pengampu,” ujarnya.
Kondisi yang terjadi di lapangan, daerah yang tergolong menimbulkan dampak yang parah berada di Kabupaten Agam karena banyak korban meninggal dunia yang terjadi di wilayah Agam. Selanjutnya di Kota Padang Panjang, meski lokasi terparah berada di satu titik yakni di jembatan kembar yang merupakan daerah perbatasan antara Padang Panjang dengan Kabupaten Tanah Datar ini, tapi banyak korban meninggal dunia di satu titik tersebut.
Selain itu, masyarakat yang banyak mengungsi di Kabupaten Pesisir Selatan, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 67.875 jiwa dan sebanyak 2.700 orang di antaranya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Terdapat 1 korban hilang, sedangkan untuk korban luka dan meninggal dunia dilaporkan nihil.
Lalu kondisi di Kabupaten Pasaman Barat, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 59.959 jiwa, mengungsi sebanyak 4.627 jiwa. Sedangkan korban luka sebanyak 1 orang, hilang 3 orang, dan meninggal dunia 4 orang.
Selanjutnya di Kabupaten Solok, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 34.946 jiwa dan sebanyak 2.592 orang di antaranya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Korban luka-luka berjumlah sebanyak 96 orang, sedangkan korban hilang dan meninggal dunia dilaporkan nihil.
“Secara umum kami melihat dari 16 daerah terdampak, ada 3 daerah yang nihil korban manusianya, yakni Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Limapuluh Kota. Korban terbanyak terdapat di Kabupaten Agam, sebanyak 145 orang meninggal dunia dan 59 lainnya hilang," jelas Arry yang juga ex officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumbar ini.