Bisnis.com, BALIKPAPAN — Kredit perbankan di wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yakni Kalimantan Timur berdasarkan lokasi bank melonjak 17,36% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp110 triliun per Oktober 2025. Sementara kredit berdasarkan lokasi proyek tumbuh lebih moderat di angka 4,53% yoy mencapai Rp192 triliun.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Parjiman menyatakan pertumbuhan signifikan ini menandai kontribusi sektor perbankan yang kian masif dalam menggerakkan roda ekonomi regional.
"Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara melaporkan bahwa sektor keuangan di wilayah Kalimantan Timur masih berada dalam kondisi stabil dan terjaga, di tengah kondisi ekonomi global, nasional, dan regional yang masih menantang," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (18/12/2025).
Dia menambahkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terhimpun per Oktober 2025 tercatat sebesar Rp161 triliun dengan total aset perbankan mencapai Rp179 triliun. Dari sisi penyaluran, sektor konsumtif khususnya rumah tangga mendominasi portofolio kredit dengan kontribusi 31,80% dari total kredit lokasi bank atau setara Rp35,0 triliun.
Posisi ini diikuti oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp16,2 triliun, serta sektor perdagangan besar dan ecenal Rp14,0 triliun.
Sementara itu, ditinjau berdasarkan lokasi proyek, sektor rumah tangga tetap merajai dengan kontribusi 19,54% atau Rp37,6 triliun dari total kredit.
Namun, sektor pertambangan dan penggalian menempati posisi kedua dengan nilai signifikan Rp35,9 triliun, diikuti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Rp32,0 triliun.
Pria yang akrab disapa Jimmy ini mengungkapkan, kredit investasi mencatat kinerja paling gemilang dengan rasio Non Performing Loan (NPL) terendah.
Berdasarkan lokasi bank, NPL kredit investasi hanya Rp0,40 triliun atau 0,82% dari total kredit investasi, sedangkan berdasarkan lokasi proyek tercatat Rp0,56 triliun atau 0,61%.
Lebih lanjut, NPL kredit konsumtif dan modal kerja masih terjaga dalam zona aman di bawah 5%, baik berdasarkan lokasi bank maupun lokasi proyek.
"Hal ini menunjukkan peran industri keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah hingga tingkat UMKM," ungkapnya.
Meski begitu, selisih pertumbuhan yang cukup tajam antara kredit lokasi bank (17,36%) dan kredit lokasi proyek (4,53%) mengindikasikan bahwa sebagian besar ekspansi kredit lebih banyak tersalurkan ke luar wilayah Kaltim.