Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank KB Indonesia Tbk. (KB Bank) menyuntikkan fasilitas kredit senilai Rp80 miliar kepada PT Paramarta Rolas Jaya (PRJ), Grup NWP Property (PT Nirvana Wastu Pratama), untuk pengembangan Citimall Dumai.
Direktur Wholesale KB Bank, Widodo Suryadi, mengatakan pendanaan tersebut untuk mendukung kebutuhan pembiayaan strategis perusahaan, termasuk penguatan struktur pendanaan dan modal kerja grup.
Adapun, NWP Property merupakan perusahaan patungan pengembang pusat perbelanjaan komersial antara PT City Retail Developments Tbk (NIRO) dan Warburg Pincus.
"Kerja sama ini mencerminkan komitmen KB Bank dalam menyediakan solusi pembiayaan yang relevan bagi nasabah korporasi, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor properti komersial di Indonesia dan memperkuat hubungan jangka panjang dengan grup NWP Property sebagai mitra strategis," kata Widodo dalam siaran pers, Rabu (6/5/2026).
Dia menjelaskan Citimall Dumai merupakan pusat perbelanjaan modern yang berkontribusi yang dikelola PRJ. Di sisi lain, KB Bank juga mendukung pertumbuhan sektor properti komersial sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi.
Direktur Utama PT Paramarta Rolas Jaya, Teges Prita Soraya, mengatakan, kerja sama ini juga membuka peluang sinergi yang lebih luas, termasuk potensi kolaborasi pada berbagai proyek pengembangan di masa mendatang.
"Transaksi ini menjadi bagian dari penguatan hubungan jangka panjang antara KB Bank dan grup NWP Property," katanya.
Didirikan pada 2015, NWP Property merupakan pengembang dan pengelola properti dengan portofolio pusat perbelanjaan, perhotelan, dan logistik di berbagai wilayah Indonesia dan terus memperluas portofolionya seiring pertumbuhan urbanisasi dan konsumsi domestik.
Sebelumnya, KB Bank juga menyuntikkan modal hingga Rp400 miliar ke PT Lucky Mom Indonesia (LMI) yang digunakan untuk mempercepat ekspansi bisnis.
Hingga akhir 2025, total kredit KB Bank (Individual) tumbuh sekitar 7% secara tahunan, dengan bisnis wholesale sebagai pendorong utama, hal ini tecermin dari komposisi wholesale yang berkontribusi sebesar 51% terhadap total portofolio kredit.