Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp1,70 triliun hingga akhir 2025. Raihan itu meningkat 42,01% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1,19 triliun.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, pendapatan bunga perseroan meningkat 1,07% YoY menjadi Rp13,19 triliun sepanjang 2025. Pada saat yang sama, beban bunga Maybank Indonesia juga naik tipis 0,40% YoY menjadi Rp5,74 triliun.
Dengan demikian, perseroan mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp7,45 triliun, tumbuh 1,60% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp7,34 triliun.
Beban operasional lainnya tercatat menyusut dibandingkan 2024. Tercatat, beban operasional Maybank Indonesia turun 7,24% YoY, dari Rp5,75 triliun menjadi Rp5,33 triliun pada 2025.
Menyusutnya beban operasional nonbunga salah satunya disebabkan oleh turunnya beban promosi sebesar 33,27% YoY menjadi Rp110,26 miliar. Pada 2024, beban promosi perseroan tercatat sebesar Rp165,22 miliar. Beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) juga menyusut sebesar 29,10% YoY menjadi Rp960,15 miliar pada 2025.
Lebih lanjut, perseroan membukukan laba operasional senilai Rp2,12 triliun, naik 33,63% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp1,58 triliun. Laba non operasional turut mengalami pertumbuhan sebesar 755,37% YoY menjadi Rp99,84 miliar dari tahun sebelumnya Rp11,67 miliar.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit perseroan menyusut 2,83% YoY, dari 2024 sebesar Rp95,83 miliar menjadi Rp93,12 miliar pada 2025. Pada saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) Maybank Indonesia turun 2,36% YoY menjadi Rp116,19 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp119,00 triliun.
Anjloknya DPK perseroan sepanjang 2025 dipicu oleh turunnya simpanan deposito dan tabungan. Perinciannya, simpanan deposito turun 12,08% YoY menjadi Rp49,32 triliun dan tabungan turun 3,33% YoY menjadi Rp22,52 triliun hingga akhir 2025.
Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Maybank Indonesia naik dari 25,55% pada 2024 menjadi 27,31% pada 2025. Untuk kualitas kredit, terdapat perbaikan dengan NPL gross tercatat 2,17% dari periode yang sama tahun lalu 2,68% dan NPL net 1,31% dari 1,42%.
Pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) menyusut menjadi 4,31% dari periode yang sama tahun lalu 4,37%, dan biaya operasional terhadap pendapatan operasional menurun dari 89,56% pada 2024 menjadi 86,33% pada 2025.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menyampaikan bahwa 2025 menjadi momentum bagi Maybank Indonesia untuk memperkuat profitabilitas serta fundamental Bank, sejalan dengan penerapan strategi prioritas di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.
“Di sepanjang 2025, kami berfokus untuk meningkatkan kualitas pendapatan yang mumpuni serta berkelanjutan pada sejumlah lini bisnis kami yang terus menunjukkan perkembangan. Kami juga secara disiplin mengelola biaya serta mengoptimalkan struktur pendanaan, dengan pengelolaan risiko yang kuat, sehingga profitabilitas kami meningkat, diiringi kualitas aset yang semakin sehat, serta neraca yang lebih resilien,” ujar Steffano dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Steffano menambahkan, sebagai salah satu home market Maybank Group, Maybank Indonesia akan terus berjalan selaras dengan arah strategis Group, dengan fokus pada penyediaan solusi keuangan yang berorientasi pada nasabah, pertumbuhan bisnis yang disiplin, serta penciptaan nilai jangka panjang.