Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melaporkan, layang-layang menjadi penyebab utama keterlambatan perjalanan Whoosh sepanjang 2025.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menuturkan, dari total 164 gangguan yang menyebabkan keterlambatan perjalanan, sebanyak 74 diantaranya berasal dari layang-layang yang menyangkut di jaringan listrik aliran atas atau OCS (Overhead Catenary System).
"Bermain layang-layang di dekat jalur Whoosh dapat membahayakan perjalanan kereta, merusak infrastruktur kelistrikan, dan mengganggu ribuan penumpang,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Sabtu (31/1/2026).
Untuk itu, dirinya sangat mengimbau agar masyarakat mematuhi larangan bermain layang-layang dalam radius 3 km ke kiri dan ke kanan dari jalur Whoosh demi keselamatan masyarakat maupun penumpang Whoosh.
Mengingat, Kereta Cepat Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang melayani rute Jakarta–Bandung dengan kecepatan hingga 350 km/jam.
Meskipun menghadapi adanya gangguan eksternal, ketepatan waktu keberangkatan tercatat 99,04%, dengan rata-rata keterlambatan 10,8 detik per perjalanan dari total 21.907 perjalanan selama 2025.
Sementara itu, ketepatan waktu kedatangan tercatat 88,62%, dengan rata-rata keterlambatan 33 detik per perjalanan.
Adapun, gangguan akibat layang-layang paling banyak terjadi di wilayah Padalarang dan Cimahi terutama di jalur antara Stasiun Padalarang dan Tegalluar Summarecon, di mana aktivitas bermain layang-layang meningkat, terutama saat musim liburan sekolah.
Untuk mengatasi gangguan ini, KCIC telah mengambil sejumlah langkah proaktif seperti sosialisasi di sekolah-sekolah dan permukiman warga di sekitar jalur Whoosh, guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya bermain layang-layang dekat jalur kereta cepat.
Selain itu, KCIC juga mengoperasikan 1.846 unit CCTV yang tersebar di sepanjang jalur, stasiun, dan kantor operasional untuk memantau aktivitas di sekitar jalur Whoosh secara real-time.
KCIC juga menyiagakan 530 petugas pengamanan yang berjaga selama 24 jam setiap 500 meter di sepanjang jalur. Petugas ini bekerja sama dengan TNI dan Polri di wilayah rawan gangguan layang-layang untuk melakukan patroli gabungan, mengawasi dan menegakkan larangan bermain layang-layang di dekat jalur kereta cepat.
Bukan hanya layang-layang, gangguan ini turut diikuti oleh menabrak biawak, yang terjadi sebanyak 25 kejadian, serta cuaca buruk yang menghambat perjalanan sebanyak 18 kejadian.
Adapun, Whoosh melayani 6,2 juta penumpang sepanjang periode Januari–Desember 2025, meningkat dari 2024 yang sebanyak 6 juta penumpang.