Bisnis.com, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster membantah jika Bali sepi dari wisatawan mancanegara atau turis asing saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Koster menjelaskan tren kunjungan wisatawan pada 2025 justru meningkat jika dibandingkan dengan 2024. Termasuk saat Nataru tren kunjungan wisatawan juga naik 8% jika dibandingkan Nataru 2024.
Dia membantah isu yang viral di media sosial yang menyebut Bali sepi dan banyak wisman memilih ke Thailand.
"Saya punya data, sekarang per harinya sekitar 17.000 per hari, sempat juga 20.000 sebelumnya. Dari Januari hingga Desember 2025 jumlah (wisman) 6,7 juta, pada 2024 6,3 juta," jelas Koster kepada media, Senin (22/12/2025).
Koster optimistis Bali bisa mencapai target 7 juta kunjungan wisman pada 2025. Dia menghitung selama Nataru kunjungan Wisman bisa lebih dari 300.000.
Adapun terkait dengan okupansi hotel, dia menyebut hotel berbintang okupansinya sudah ada yang mencapai 80% seperti di Sanur dan Nusa Dua. Menurutnya okupansi terendah hotel di Bali saat ini 60%.
Koster juga menyebut hotel di Bali saat ini harus bersaing dengan airbnb yang banyak diminati wisatawan. Menurutnya jika tidak ada okupansi hotel bisa lebih dari sekarang.
"Ada airbnb yang tidak bayar pajak dan merugikan ekonomi Bali. Banyak rumah kos segala macam difungsikan sebagai penginapan. Saya sudah mendapat surat dari menteri investasi untuk membuat pergub terkait Airbnb," kata Koster.
Sementara itu, soal sopir travel wisata yang mengeluhkan sepinya penumpang jelang Nataru, Koster menyebut hal itu karena faktor cuaca. Hujan yang melanda Bali selama Desember, membuat wisatawan lebih memilih beristirahat di hotel daripada keluar jalan-jalan ke destinasi wisata.