Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Meksiko memutuskan mengakhiri tahun ajaran sekolah 40 hari lebih cepat menjelang pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2026. Kebijakan tersebut membuat jutaan pelajar di negara itu akan menikmati masa libur hampir tiga bulan penuh selama turnamen berlangsung.
Berdasarkan pengumuman pemerintah Meksiko yang dikutip berbagai sumber, libur sekolah dijadwalkan mulai 5 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026. Artinya, tahun ajaran yang semula diperkirakan berakhir pertengahan Juli dipangkas lebih awal agar aktivitas pendidikan tidak terganggu selama Piala Dunia berlangsung.
Keputusan itu berkaitan langsung dengan status Meksiko sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada.
Turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut akan berlangsung pada 11 Juni 2026 sampai 19 Juli 2026, sekaligus menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara dan memainkan total 104 pertandingan.
Seperti yang diketahui, Menteri Pendidikan Meksiko, Mario Delgado, menyebut keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan lonjakan mobilitas masyarakat selama Piala Dunia serta cuaca panas ekstrem yang diperkirakan terjadi sepanjang musim panas. Pemerintah daerah di berbagai wilayah Meksiko juga disebut terlibat dalam penyesuaian kalender akademik tersebut.
Meski masa belajar reguler dipersingkat, pemerintah memastikan tahun ajaran baru tetap dimulai pada 31 Agustus 2026 sesuai jadwal normal. Sebelum kegiatan belajar penuh dimulai kembali, sekolah juga akan menjalankan program pembelajaran tambahan selama dua minggu untuk membantu siswa beradaptasi setelah libur panjang.
Namun, kebijakan tersebut memunculkan kritik dari sebagian orang tua murid dan pelaku usaha. Sejumlah kelompok menilai keputusan memajukan libur sekolah terlalu mendadak karena keluarga harus mencari solusi penitipan anak dalam waktu singkat. Beberapa pihak bahkan mempertanyakan alasan pemotongan semester demi agenda olahraga internasional.
Di sisi lain, kebijakan ini juga memperlihatkan besarnya pengaruh Piala Dunia 2026 terhadap kehidupan publik di Meksiko. Dengan pertandingan yang tersebar di tiga negara dan jutaan wisatawan diperkirakan hadir, pemerintah tampaknya ingin memastikan masyarakat terutama anak-anak bisa menikmati atmosfer turnamen tanpa terganggu aktivitas sekolah harian.