Bisnis.com JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) alias Bank Nobu menjadi bank dengan penyaluran tertinggi dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan hingga 15 November 2025.
Maruarar menyampaikan terima kasih kepada Presiden, Menko, Menteri Keuangan, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan KUR Perumahan yang baru berjalan beberapa pekan.
“Kami terima kasih karena sudah cukup banyak yang diproses dan sudah cair,” ujarnya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (17/11/2025).
Pada saat yang sama Dirjen Perumahan Perkotaan Sri Haryati untuk menyampaikan bank mana yang menjadi penyalur terbesar. Menurut data yang dipaparkan Sri menyebut bahwa Bank Nobu menjadi penyalur terbesar dengan nilai pencairan mencapai Rp280 miliar.
Lalu untuk posisi berikutnya yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp91,9 miliar, serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN ) senilai Rp73,1 miliar.
Menanggapi data tersebut, Maruarar menyatakan hal itu menunjukkan tingginya respons perbankan, termasuk dari sektor swasta. “Ini fenomena yang bagus, swasta partisipasinya tinggi, bahkan nomor satu Bank Nobu,” kata Maruarar.
Dia menambahkan, capaian ini menjadi bukti bahwa program perumahan yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan positif dari industri perbankan.
“Ini membuktikan perumahan karya dari pemerintahan pak Prabowo yang pertama kali terjadi di Indonesia, ini direspons dengan baik,” ucapnya.
Program KUR Perumahan baru efektif dimulai pada 21 Oktober 2025 setelah Sistem Informasi Kredit Program terintegrasi dengan perbankan. Sejak itu hingga 15 November 2025, total penyaluran mencapai Rp492,12 miliar.
Adapun sebelumnya, Maruarar mengaku optimistis KUR sektor Perumahan Rp130 triliun akan tersalurkan optimal pada tahun ini. Ara, panggilan akrabnya menjelaskan, pihaknya akan bekerja maksimal untuk dapat menyerap likuiditas Rp130 triliun tersebut. Salah satunya, dengan masif melakukan sosialisasi dalam beberapa waktu belakangan.
"Iya [apakah Rp130 terserap optimal], jadi kita berusaha dulu ya, berdoa dan bekerja. Saya bekerja sesuai Presiden Prabowo ya optimis," jelasnya singkat saat ditemui usai menghadiri agenda Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Ara menyebut, pihaknya masih akan fokus melakukan penyaluran Kredit Usaha Rakyat sektor Perumahan yang telah dianggarkan pada tahun ini sebesar Rp130 triliun. "Kita akan bicarakan, yang tahun ini dulu kita kerjakan," tambahnya.
Sebelumnya, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani meminta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk dapat menjalankan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan dengan penuh kehati-hatian.
Pada saat yang sama, Rosan juga meminta agar Kementerian PKP dapat mendorong pasar agar menyerap secara optimal likuiditas yang telah disiapkan. Di mana, pemerintah mengalokasikan anggaran KUR Perumahan mencapai Rp130 triliun tahun ini.