Bisnis.com, SURABAYA – Seorang siswa SMP Negeri 1 Surabaya, Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto menginisiasi penanaman ribuan tanaman mangrove untuk mengantisipasi kerusakan di wilayah pesisir Kota Pahlawan.
Harley menjelaskan aksinya tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya pemberitaan mengenai penebangan liar dan kerusakan pesisir di penjuru tanah air beberapa waktu terakhir.
Dirinya pun memahami bahwa mangrove merupakan benteng alam yang sangat vital untuk meredam gelombang besar, menahan abrasi, mengurangi risiko banjir, dan menjadi pelindung alami jika terjadi tsunami.
"Saya ingin Surabaya tetap aman. Mangrove bisa melindungi kita. Selama saya bisa menanam, saya akan terus menanam,” ujar Harley di Surabaya, Rabu (10/12/2025).
Harley pun kemudian membudidayakan lebih dari 18.200 mangrove serta menjadi inisiator gerakan konservasi bernama Mangrove Warrior. Dirinya bekerjasama dengan para petani tambak di wilayah Wonorejo dan teman-teman sekolahnya.
"Kolaborasi ini telah merambah penanaman [mangrove] di tiga lokasi, di antaranya Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih," ucapnya.
Harley pun menerangkan terdapat enam jenis mangrove yang ditanamnya, yakni Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Sonneratia caseolaris, Bruguiera gymnorhiza, Bruguiera cylindrica, dan Ceriop.
"Jenis-jenis tanaman mangrove yang ditanam disesuaikan dengan struktur tanah dan tingkat salinitas di kawasan pesisir Surabaya," ucapnya.
Selanjutnya, Harley pun menargetkan penanaman 25 ribu mangrove hingga akhir Desember 2025 nanti. Selain itu, ia juga berinisiatif untuk menanam 40 ribu mangrove di kawasan pesisir Surabaya pada 2026.
"Target ini sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga pesisir Surabaya agar tetap kuat menghadapi banjir, abrasi, dan ancaman tsunami," katanya.
Selain kegiatan pembibitan dan penanaman, Harley juga mengembangkan berbagai macam produk olahan dari mangrove sebagai model ekonomi kreatif berbasis konservasi.
Inovasi ini memperkenalkan gagasan bahwa mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung ekologis pesisir. Namun, juga dapat dikembangkan sebagai sumber ekonomi kreatif yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.
"Produk tersebut mencakup sirup, kecap, sampo, kondisioner, vitamin rambut, serta pewarna batik," beber Harley.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengakui bahwa langkah konkret Harley untuk menanam ribuan bibit hingga tanaman mangrove adalah upaya mitigasi menghadapi perubahan lingkungan yang masif.
"Di saat isu lingkungan terkait perubahan iklim ini ramai dibicarakan, tapi hanya kerusakan alam dan bencananya saja yang terekspos. Mereka tidak pernah melihat masih ada warga yang peduli lingkungan dan aktif melakukan mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim," ucap Dedik.
Dedik menuturkan keberhasilan Harley menunjukkan bahwa inisiatif dari anak muda dapat memberikan dampak yang signifikan.
Dirinya pun menyatakan akan melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah untuk menggandeng para siswa-siswi turut serta menanam mangrove di wilayah pesisir untuk mencegah bencana di kemudian hari.
"Bayangkan jika efek gerakan ini dicontoh dan ditiru teman-temannya. Bukan hanya semangatnya, tetapi juga inisiasi-inisiasi yang digagasnya merupakan implementasi pemikiran untuk melindungi bumi ini," pungkas Dedik.