Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmen transparansi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait alokasi Rp22 miliar untuk pengadaan jasa tenaga kebersihan di Masjid Raya Al Jabbar pada 2026.
Menurut Dedi, anggaran tersebut telah dirinci untuk berbagai kebutuhan petugas kebersihan, mulai dari gaji hingga jaminan sosial.
“Berdasarkan keterangan dari Kepala BPKAD Provinsi Jawa Barat, alokasi tersebut diperuntukkan untuk gaji bulanan, pembayaran jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, pembayaran jaminan hari tua, serta pembayaran THR,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Dia menambahkan, Pemprov Jawa Barat berupaya menjaga keterbukaan dalam pengelolaan APBD.
“Kami ingin menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran,” kata Dedi.
Berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Barat, program pengadaan jasa tenaga kebersihan tersebut tercatat dalam laman Sirup Inaproc dengan Kode RUP 64264570. Kegiatan ini mencakup penyediaan 273 tenaga kebersihan yang akan bekerja di kawasan Masjid Raya Al Jabbar.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp22.091.454.575 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat 2026. Pemilihan penyedia jasa dilakukan melalui mekanisme e-purchasing, dengan jadwal pelaksanaan kegiatan berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026.
Rinciannya, setiap petugas kebersihan akan menerima gaji pokok sebesar Rp4,7 juta per bulan. Selain itu, terdapat sejumlah komponen jaminan yang ditanggung, di antaranya jaminan kecelakaan kerja sebesar Rp11.370 per orang per bulan, jaminan kesehatan Rp189.507, jaminan kematian Rp14.213, serta jaminan hari tua Rp175.294 per orang per bulan. Petugas juga mendapatkan tunjangan hari raya sebesar Rp394.806 per bulan.
Kepala BPKAD Jabar, Norman Nugraha, membenarkan adanya alokasi anggaran tersebut. Ia menegaskan bahwa dana yang disiapkan tidak hanya untuk gaji, tetapi juga mencakup kewajiban pemberi kerja dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kebersihan.
“Memang ada kewajiban dari pemberi kerja untuk menjamin asuransi atau BPJS, baik ketenagakerjaan maupun kesehatan,” kata Norman.
Adapun 273 tenaga kebersihan tersebut akan dibagi ke dalam beberapa zona kerja di kawasan masjid. Sebanyak 115 orang ditempatkan di zona dalam masjid dengan sistem tiga jadwal (shift), sementara 158 orang lainnya bertugas di area luar dengan dua shift.
Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperketat pengamanan di sejumlah titik keramaian saat malam Tahun Baru 2026. Ratusan personel keamanan disiagakan di titik-titik yang rawan keramaian.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan malam pergantian tahun merupakan puncak aktivitas libur akhir tahun yang selalu dipadati masyarakat dan wisatawan. Karena itu, pengamanan harus dilakukan secara optimal agar Kota Bandung tetap aman, nyaman, dan tertib.
“Malam ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa Kota Bandung layak menjadi kota tujuan wisata yang aman dan nyaman. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, sehingga perlu pengamanan yang tegas namun tetap sopan,” ujar Farhan, Rabu (31/12/2025).
Dalam arahannya, Farhan mengingatkan tiga hal utama kepada seluruh personel yang bertugas. Pertama, menegakkan aturan demi keamanan dengan pendekatan humanis namun tegas.
Kedua, mengutamakan keselamatan para pengunjung. Ketiga, melakukan pencegahan dini terhadap setiap potensi pelanggaran hukum yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Tugas kita sederhana tetapi berat, karena akan ada puluhan bahkan ratusan ribu orang yang turun ke jalan merayakan pergantian tahun. Kita jaga bersama-sama agar suasana tetap aman dan kondusif,” katanya.
Farhan juga memastikan akan turun langsung ke lapangan bersama jajaran Forkopimda untuk memantau jalannya pengamanan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan Kota Bandung tetap terbuka bagi publik, namun tetap aman dan nyaman bagi warga serta wisatawan.
Selain pengamanan, Pemkot Bandung juga menyiagakan pasukan pendukung untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kota. Pasukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan akan berkeliling di 32 ruas jalan utama.
Sedangkan pasukan Gober disiagakan di seluruh wilayah agar Kota Bandung sudah kembali bersih pada pagi hari, 1 Januari 2026.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bandung Bambang Sukardi menjelaskan, pengamanan malam Tahun Baru melibatkan sekitar 700 personel gabungan.
Mereka terdiri dari jajaran Satpol PP, Dinas Perhubungan, aparat kewilayahan, dukungan TNI dan Polri, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.
“Pengamanan ini merupakan tanggung jawab bersama. Fokus utama kami adalah menjaga keamanan, kenyamanan, dan melakukan tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran,” ujar Bambang.
Pengamanan dilakukan dengan sistem pembagian waktu dan penempatan personel di titik-titik strategis. Satpol PP menyiapkan 14 pos pengaturan dengan dua personel di setiap pos, serta patroli malam di seluruh kecamatan dan kelurahan.
Sekitar 573 personel Satpol PP disebar untuk mengawal wilayah Kota Bandung, baik di pusat kota maupun wilayah barat dan timur.
Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian pengamanan antara lain kawasan Al Jabbar, Summarecon, Alun-alun Ujungberung, Dago Cikapayang, Gasibu, perbatasan kota, serta ruas jalan utama yang kerap menjadi pusat keramaian saat malam tahun baru.
1767184540_ccc9b896-92b3-467d-af51-8d2dc78cc5d4.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56