Bisnis.com, MEDAN — Kota Medan dan Deli Serdang mulai dikepung banjir hari ini, Kamis (27/11/2025) yang dipicu oleh peningkatan intensitas hujan sejak Senin (24/11/2025) malam.
Berdasarkan pantauan Bisnis di lapangan, sebagian wilayah mulai terendam banjir sejak Rabu (26/11/2025) malam.
Di Kecamatan Medan Marelan, misalnya, air dikabarkan masuk ke rumah warga pada Rabu malam tadi setelah hujan tanpa henti selama dua hari berturut-turut mengguyur wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Hingga sekitar pukul 08.30 WIB Kamis pagi, ketinggian banjir khususnya di Jalan Jala Lingkungan XIV Paoh Kelurahan Terjun, Marelan, dikabarkan sudah mencapai dada orang dewasa.
Di Jalan S Parman Kecamatan Medan Baru, banjir yang diakibatkan oleh luapan Sungai Babura mulai merendam puluhan rumah warga di kawasan pinggir sungai sejak Kamis subuh. Ketinggian air di wilayah ini terus meningkat lantaran hujan intensitas sedang-hingga deras masih terjadi. Sekitar pukul 07.00 pagi tadi ketinggian air di wilayah terendah seperti di Lorong Baru Lingkungan 7 Jalan S Parman telah melebihi pinggang orang dewasa.
Begitupun di sebagian wilayah di beberapa daerah seperti Kelurahan Sei Sikambing Kecamatan Medan Petisah, Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun, dan Kecamatan Medan Sunggal. Curah hujan yang masih tinggi membuat banjir meluas hampir ke sebagian besar wilayah Kota Medan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas sebelumnya mengimbau masyarakat Medan dan sekitarnya untuk waspada akan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah ini.
Rico menyampaikan hasil analisis BMKG pada Minggu (23/11/2025) soal pola angin yang menyebut tingginya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kota Medan selama seminggu ke depan akibat adanya belokan angin.
Belokan itu disebut membawa Angin Barat yang cukup kuat dan bersifat konvergensi di Sumatra Utara yang meningkatkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah ini.
Rico menyebut hal itu juga semakin meningkatkan risiko terjadinya banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.
“Kami mengimbau masyarakat tetap siaga dan waspada serta terus memantau informasi terkini dari BMKG di Kota Medan,” ujar Rico.
Sementara BMKG memperkirakan hujan lebat dan cuaca ekstrem yang terjadi akibat terbentuknya Siklon Tropis Senyar dari Perairan Timur Aceh, Selat Malaka dan bergerak ke arah barat menuju daratan Aceh ini akan mereda pada akhir pekan ini.