Bisnis.com, JAKARTA — Aplikasi TikTok masih menjadi platform media sosial yang paling sering diakses oleh pengguna internet di Indonesia. Hal ini tecermin dalam Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Berdasarkan hasil survei tersebut, TikTok menjadi aplikasi media sosial yang paling banyak diakses dengan porsi mencapai 31,8% pada 2026. Meski masih berada di posisi teratas, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2025 yang mencapai 35,2%.
Posisi berikutnya ditempati oleh Instagram dengan porsi penggunaan sebesar 27,7%, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 15,9%. Sementara itu, Facebook berada di posisi ketiga dengan angka 20,4%, turun dari 21,6% pada 2025.
Adapun YouTube menempati posisi berikutnya dengan tingkat akses sebesar 1,6%, jauh menurun dibandingkan 2025 yang mencapai 27,5%. Sementara itu, X (Twitter) tercatat sebesar 1,5% dari sebelumnya 0,6%, dan Threads mencapai 1% pada 2026 dibandingkan 0% pada 2025. Pengguna yang mengakses aplikasi lainnya mencapai 5,5%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1%.
Jika dilihat berdasarkan kelompok generasi, TikTok menjadi media sosial yang paling sering diakses oleh hampir seluruh kelompok usia. Pengguna TikTok berasal dari kelompok Generasi Z sebesar 32,3%, milenial 31,9%, Generasi X 31,2%, baby boomer 30,7%, dan pre-boomer 30,6%.
Sementara itu, Facebook menunjukkan dominasi pada kelompok usia yang lebih dewasa. Pengguna Facebook tertinggi berasal dari kalangan milenial sebesar 31,1%, diikuti Generasi X sebesar 31%, baby boomer 30,9%, pre-boomer 30,3%, serta Generasi Z 26,9%.
Untuk Instagram, pengguna terbesar berasal dari Generasi Z dengan proporsi 30,8%, kemudian milenial 28,7%, Generasi X 24,4%, baby boomer 20,1%, dan pre-boomer 16,7%.
Dari sisi durasi penggunaan media sosial, mayoritas masyarakat mengakses media sosial selama 1–2 jam per hari dengan proporsi 44,9% pada 2026, meningkat dari 34,1% pada 2025. Kelompok yang mengakses media sosial selama 2–3 jam per hari juga meningkat menjadi 37,9% dari sebelumnya 33%.
Sementara itu, pengguna yang mengakses media sosial selama 3–4 jam per hari turun menjadi 6,9% dari 15% pada 2025. Pengguna dengan durasi lebih dari 4 jam juga menurun menjadi 2,4% dibandingkan 14,8% pada tahun sebelumnya. Adapun pengguna dengan durasi kurang dari satu jam mencapai 7,9%, sedikit menurun dibandingkan 9% pada 2025.
Selain media sosial, survei APJII juga mencatat bahwa konten hiburan yang paling sering diakses masyarakat berbeda pada tiap generasi. Video pendek menjadi jenis hiburan utama bagi Generasi Z (28,4%), milenial (30,1%), Generasi X (30,5%), dan pre-boomer (31%). Sementara kelompok baby boomer lebih banyak menyatakan tidak mengakses kategori hiburan tersebut dengan proporsi 59,4%.