Bisnis.com, JAKARTA - Peta miliarder global terus bergeser seiring dengan percepatan penciptaan kekayaan di beberapa wilayah dan stagnasi di wilayah lain.
Meskipun Amerika Serikat dan China masih mendominasi dalam jumlah absolut, beberapa negara ekonomi yang lebih kecil mengalami pertumbuhan persentase yang lebih cepat dalam populasi miliarder mereka.
Pada 2025 UBS merangkum dan mengurutkan negara berdasarkan jumlah miliardernya. Dalam daftar ini, Amerika Serikat masih memimpin dengan selisih yang jauh, dengan 924 miliarder.
Kekayaan gabungan miliarder di AS berjumlah sekitar US$6,9 triliun, jauh melebihi negara lain mana pun.
Berikut daftar 10 negara dengan miliarder terbanyak beserta total kekayaannya pada 2025 menurut UBS:
1. Amerika Serikat: 924 orang - US$6,9T
2. China: 470 orang - US$1,8T
3. India: 188 orang - US$888 miliar
4. Jerman: 156 orang - US$692 miliar
5. Inggris Raya: 91 orang - US$456 miliar
6. Swiss: 84 orang - US$518 miliar
7. Hong Kong: 76 orang - US$328 miliar
8. Italia: 61 - US$197 miliar
9. Singapura: 55 orang - US$259 miliar
10. Taiwan: 51 orang - US$164 miliar
China dan India Menjadi Pilar Kekayaan Asia
China Daratan menempati peringkat kedua secara global, dengan 470 miliarder dan kekayaan gabungan sebesar US$1,8 triliun.
Meskipun pertumbuhan telah melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, negara ini masih menambah jumlah miliarder dengan laju dua digit pada tahun 2025.
India menyusul dengan 188 miliarder, yang mencerminkan ekspansi stabil yang didorong oleh investasi teknologi, manufaktur, dan infrastruktur.
Sebaliknya, pusat kekayaan seperti Hong Kong dan Singapura memiliki pengaruh yang lebih besar dari ukuran populasinya, dengan konsentrasi miliarder yang tinggi relatif terhadap ukuran populasi.
Di China, Zhong Shanshan (US$69,4 miliar) tetap menjadi individu terkaya di negara itu. Pendiri Nongfu Spring meninggalkan sekolah selama Revolusi Kebudayaan dan kemudian membangun raksasa air minum kemasan China setelah bekerja di bidang konstruksi, jurnalisme, dan penjualan.
Singapura juga menjadi tempat yang terkenal punya banyak miliarder di Asia Tenggara. Para miliardernya berhasil mendongkrak harta mereka mencapai US$258,8 miliar atau naik sekitar 66,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menyalip Australia dengan pertumbuhan kekayaan 5,4%.
Sementara Indonesia berada di urutan ke-20. Pertumbuhan miliarder tak signifikan bahkan menurun, dengan total 27 miliarder, turun 1 dari 28 miliarder pada 2024.
Dari jumlah tersebut ada dua orang yang masuk dalam daftar pada 2025 dan tiga orang yang terdepak. Adapun, kekayaannya turut menurun dari total US$182 miliar pada 2024 menjadi US$155,6 miliar pada 2025.
Pertumbuhan di Eropa Tidak Merata
Jerman menonjol di Eropa, mencatat peningkatan 33% dari tahun ke tahun hingga mencapai 156 miliarder. Lonjakan ini kontras dengan pertumbuhan yang lebih datar di negara-negara seperti Prancis dan Inggris, di mana jumlah miliarder tetap stabil atau tumbuh sedikit dibandingkan dengan angka tahun 2024. Inggris masih memiliki 91 miliarder, sementara Prancis memiliki 46.
Adapun, beberapa tingkat pertumbuhan tercepat berasal dari negara-negara dengan basis miliarder yang lebih kecil. Arab Saudi melihat jumlah miliardernya melonjak sebesar 217%, sementara Malaysia dan Argentina juga mencatatkan peningkatan yang kuat.