Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendoakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang akan berangkat ke Amerika Serikat untuk menjalankan tugas negara.
Prabowo meminta Airlangga berjuang membawa kepentingan Indonesia dengan tetap menjaga martabat bangsa.
Dalam arahannya, Prabowo menyampaikan ucapan selamat menghadapi akhir tahun kepada jajaran kabinet. Namun, dia menyebut tidak semua menteri dapat menikmati waktu di dalam negeri karena adanya penugasan ke luar negeri.
“Kecuali yang bertugas Menteri Koordinator (Airlangga) harus berangkat nanti malam ya, silakan berangkat,” kata Prabowo saat memberikan pidato dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Presiden menegaskan penugasan luar negeri tersebut merupakan bagian dari upaya memperjuangkan kepentingan nasional di forum internasional.
Dia pun menutup arahannya dengan menyampaikan dukungan dan doa bagi Airlangga dalam menjalankan misi tersebut.
“Berjuang untuk kita, tetapi ingat kita punya harga diri,” pungkas Prabowo.
Sekadar informasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap akan bertolak ke Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan perundingan terkait dengan pengenaan tarif impor 19%.
Sebagaimana diketahui, Indonesia dan AS telah menyepakati untuk pengenaan tarif 19% bagi produk maupun komoditas asal Indonesia dan sebaliknya 0%. Namun, ada beberapa produk dan komoditas asli Indonesia seperti kakao hingga sawit yang diupayakan untuk mendapatkan bea masuk 0% di AS.
"Tim sudah sampai di AS dan mereka sudah mulai bicara, saya lusa ke sana. [Presiden] enggak [ikut]," ungkapnya kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Menurut Airlangga, pengecualian bea masuk 19% untuk beberapa produk dan komoditas asli Indonesia masih berlaku. Pengecualian itu tercantum dalam executive orders antara kedua negara.
Akan tetapi, khusus untuk sawit, Airlangga mengaku akan ada pembahasan lebih lanjut dengan pihak AS pada kunjungannya esok lusa. Pembahasan itu akan dilakukan dengan United States Trade Representative (USTR).
"[Pengecualian] itu sudah ada executive orders, tetapi khusus kelapa sawit masuk ke bilateral. Ini yang akan dibahas. Nanti [dengan] USTR," ungkapnya.
Sisanya, pemerintah Indonesia dan AS akan melanjutkan pembahasan penyusunan dokumen hukum (legal drafting) tarif impor 19% yang disepakati pada Juli 2025 lalu.
Untuk diketahui, sebelumnya Presiden AS Donald Trump telah menyetujui pengenaan tarif impor terhadap produk dari Indonesia lebih rendah menjadi 19%. Sebelumnya, Indonesia pernah diancam pengenaan tarif impor 32%