Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi memberikan ucapan Selamat terhadap Mojtaba Khamenei atas pengangkatannya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Ucapan selamat dari Putin dikirimkan melalui telegram pada Senin (9/3/2026). Dalam pesan yang dikirim dari Kremlin itu, Putin mengatakan bahwa Iran harus bersikap berani di bawah pemimpin baru.
"Kini, ketika Iran menghadapi agresi bersenjata, pekerjaan Anda (Mojtaba Khamenei) di jabatan tinggi ini membutuhkan keberanian dan dedikasi yang besar. Saya yakin Anda akan dengan terhormat melanjutkan pekerjaan ayah Anda dan menyatukan rakyat Iran dalam menghadapi cobaan berat," kata pernyataan Kremlin dikutip dari Anadolu.
Putin pun menegaskan kembali dukungan Moskow untuk Teheran, dengan mengatakan Rusia akan tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Iran.
"Saya ingin menegaskan dukungan Moskow tak tergoyahkan untuk Teheran dan solidaritas terhadap Iran. Rusia telah dan akan tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Republik Islam," lanjutnya.
Ia pun berharap pemimpin baru Iran ini akan sukses dalam menyelesaikan tugas-tugas sulit.
Diketahui, Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun resmi ditetapkan menjadi Pemimpin Tertinggi Iran ketiga dalam sejarah.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menggambarkan pengangkatannya sebagai langkah menuju penguatan persatuan nasional.
Pemimpin tertinggi sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, telah memegang posisi tersebut selama 37 tahun. Serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari menghantam rumahnya di Teheran, menewaskannya. Ia berusia 86 tahun.
Dalam pernyataan pers yang dirilis Kedutaan Iran di Jakarta pada Senin (9/3/2026), disebutkan bahwa proses pemilihan berlangsung di tengah situasi keamanan yang penuh risiko.
“Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah al-Udzma syahid Seyyed Ali Hosseini Khamenei, dengan memperoleh lebih dari 85 persen suara dari Majelis Khobregan Kepemimpinan (Dewan Pakar Kepemimpinan), telah ditetapkan sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran.
Iran menyatakan pemilihan tersebut menunjukkan bahwa sistem politik negara itu tidak bergantung pada satu tokoh.
“Pemilihan ini sekali lagi membuktikan bahwa Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu, melainkan merupakan sebuah sistem yang berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai Ilahi,” tulis pernyataan tersebut.