Bisnis.com, BATAM — Penyelenggaraan Indonesia MRO Summit (IMROS) diproyeksikan berlanjut menjadi agenda tahunan strategis untuk memacu pertumbuhan industri pemeliharaan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) nasional. Setelah diselenggarakan di Jakarta dan Batam, penyelenggara merencanakan Bandung, Jawa Barat, sebagai tuan rumah IMROS 2027.
Managing Director PT AviaX Group Indonesia sekaligus Project Manager IMROS, Glen Michael Saraun, menyatakan penyelenggaraan rutin tahunan ini bertujuan untuk menjaga momentum kolaborasi antarpemangku kepentingan di ekosistem MRO. Ke depan, penyelenggaraan IMROS dirancang secara dinamis dan akan dilakukan secara bergilir di berbagai lokasi fasilitas perawatan pesawat.
"IMROS ini untuk kemajuan industri. Nantinya, IMROS akan berkeliling ke seluruh hanggar dan pusat perawatan pesawat di Indonesia. Tujuannya jelas, kita ingin membawa kapasitas bengkel pesawat nasional ke panggung global," kata Glen.
Sebagai catatan, pada penyelenggaraan perdana IMROS 2025 di Jakarta, forum ini menyoroti fasilitas Garuda Maintenance Facility (GMF). Selanjutnya, IMROS 2026 di Batam mengeksplorasi kapasitas dan keunggulan strategis Batam Aero Technic (BAT).
Terkait pemilihan Bandung untuk edisi 2027, Glen menjelaskan bahwa wilayah tersebut memiliki sejumlah perusahaan anggota Indonesia Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA) dengan spesialisasi dan keunggulan masing-masing.
"Kami ingin membuka mata dunia bahwa Indonesia adalah pusat MRO yang sesungguhnya di Asia Tenggara. Berbeda dengan negara tetangga yang hanya memiliki satu atau dua fasilitas MRO besar, Indonesia memiliki kapasitas dan sebaran lokasi yang jauh lebih banyak. Keunggulan dan kapasitas ini yang harus kita tunjukkan," tegasnya.
Visi untuk memamerkan dan menyatukan kekuatan nasional di berbagai daerah ini sejalan dengan komitmen IAMSA. Ketua IAMSA sekaligus Presiden Direktur GMF AeroAsia, Andi Farurrozi, menegaskan bahwa untuk menjadi pusat MRO regional yang sesungguhnya, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar ukuran pasar.
"Aspirasi Indonesia untuk menjadi pusat MRO terkemuka bukan sekadar tentang memperluas kapasitas perawatan. Ini adalah tentang menciptakan ekosistem kedirgantaraan yang terintegrasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Andi menyoroti bahwa industri saat ini dihadapkan pada realitas baru, mulai dari gangguan rantai pasokan hingga pesatnya perubahan teknologi.
"Untuk tetap kompetitif, kita harus membangun industri yang tangguh, inovatif, dan kolaboratif," tambahnya.
Oleh karena itu, transformasi Indonesia menjadi hub regional menuntut keselarasan antara pemerintah, regulator, maskapai, penyedia MRO, pemasok, institusi pendidikan, hingga investor.
"Tidak ada satu organisasi pun yang dapat mencapai transformasi ini sendirian. Kesuksesan bergantung pada kekuatan ekosistem kita," tegas Andi.
Melalui rencana ekspansi penyelenggaraan ke Bandung pada 2027, IMROS diharapkan dapat menjadi pembuktian nyata bahwa ekosistem kedirgantaraan Indonesia tersebar secara merata di berbagai daerah strategis, sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai hub perawatan pesawat paling potensial di kawasan Asia Tenggara.