Bisnis.com, JAKARTA - Bau mulut menjadi salah satu keluhan yang paling sering dialami masyarakat selama menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat menurunkan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain.
Dokter gigi dari Smileworks Dental Care, Yashinta Rachmavita Moona, mengatakan bahwa bau mulut saat berpuasa merupakan kondisi yang umum terjadi, terutama pada masa-masa awal Ramadan. Namun, jika berlangsung lama dan berulang, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Dokter yang karib disapa Vita ini menjelaskan bahwa penyebab bau mulut bersifat multifaktor. Masalah tersebut tidak semata-mata dipicu oleh makanan yang dikonsumsi saat sahur atau berbuka, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kondisi medis tertentu serta kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut yang kurang optimal.
Menurutnya, faktor utama yang kerap memicu bau mulut saat berpuasa berkaitan dengan perubahan pola aktivitas harian. Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu lama sehingga produksi air liur berkurang dan rongga mulut menjadi lebih kering.
Padahal, air liur berfungsi sebagai pembersih alami rongga mulut dan membantu menekan pertumbuhan bakteri. Ketika produksinya menurun, bakteri lebih mudah berkembang dan memicu bau tidak sedap.
“Jika bau mulut terjadi pada awal puasa atau dalam jangka waktu pendek, itu masih bisa dikatakan wajar karena tubuh sedang beradaptasi. Namun, jika berlangsung lama, rutin terjadi, atau tetap ada di luar waktu puasa, maka itu bukan kondisi normal dan sebaiknya dikonsultasikan ke dokter gigi,” ujarnya dalam acara Smileworks Media Visit Day di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Selain bau mulut, keluhan lain yang kerap muncul saat berpuasa adalah rasa pahit di mulut serta bibir kering dan pecah-pecah.
Meski tergolong umum, bau mulut tidak seharusnya diabaikan. Dalam situasi tertentu, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mencegahnya, Vita menekankan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut secara optimal.
Ia menyarankan menyikat gigi setelah sahur dan sebelum tidur guna mencegah penumpukan plak penyebab bau. Penggunaan benang gigi (dental floss), obat kumur, serta pembersih lidah (tongue scraper) juga dianjurkan untuk membersihkan area yang sulit dijangkau sikat gigi.
Selain itu, pemenuhan kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka turut berperan dalam mencegah mulut kering.
Konsumsi buah dengan kadar air tinggi seperti semangka, melon, dan pepaya dinilai dapat membantu merangsang produksi air liur secara alami sehingga napas tetap segar selama berpuasa.
“Untuk orang dewasa, kebutuhan cairan sekitar 1,5 liter per hari. Itu bisa dibagi, misalnya 750 mililiter saat sahur dan 750 mililiter saat berbuka puasa,” pungkasnya.