Bisnis.com,SURABAYA — Penyaluran kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) menembus Rp80,2 triliun atau tumbuh 29% yoy pada kuartal III/2025.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan secara konsolidasi, kinerja Bank Jatim pada September 2025 cukup baik. Untuk nilai aset berada di Rp 125,1 triliun atau tumbuh 17,3% dari tahun sebelumnya (yoy).
“Peningkatan aset mayoritas berasal dari kontribusi aset produktif seperti peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp80,2 triliun atau meningkat 29% yoy,” katanya, Jumat (31/10/2025).
Selain itu, pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 99,3 triliun atau naik 13,5 %YoY. Atas pengelolaan asset tersebut, Bank Jatim mampu membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,10 triliun atau meningkat 29,25% YoY.
“Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika dunia usaha, Bank Jatim melihat bahwa pertumbuhan ekonomi mampu tumbuh seiring masih terdapat permintaan kredit. Namun, dengan mencermati kondisi yang ada, Bank Jatim kini memang lebih fokus pada kualitas penyaluran kredit dan keberlanjutan dari perseroan,” ungkapnya.
Menurut Winardi, atas beberapa tantangan yang telah dihadapi baik yang bersifat eksternal maupun internal, Bank Jatim nyatanya mampu mencatatkan performa positif per September 2025. Kinerja keuangan ini merupakan konsolidasi yang juga mencakup kinerja anggota KUB.
Sementara itu, Bank Jatim secara konsolidasi mencatatkan angka sebesar Rp1,14 triliun atau tumbuh 23,5% YoY pada kuartal III/2025.
Menurutnya, di sisi pengelolaan aset, Bank Jatim berhasil menghasilkan pendapatan bunga sebesar Rp7,42 triliun dengan nilai pendapatan bunga bersih sebesar Rp5,10 triliun atau tumbuh sebesar 29,2 % YoY.
“Salah satu kekuatan Bank Jatim untuk mendukung kinerja adalah jumlah jaringan konvensional yang tersebar di seluruh pelosok wilayah regional dan didukung dengan jaringan digital online untuk mempermudah konektivitas transaksi keuangan masyarakat. JCONNECT sebagai brand digital Bank Jatim sukses mengalami peningkatan baik dari sisi pengguna maupun utilitas transaksinya,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi dinamika serta dalam upaya mendukung ekspansi bisnis dan memperkuat struktur pendanaan serta likuiditas, kata dia, Bank Jatim di awal September 2025 juga telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap 1 sebesar Rp2 triliun yang terbagi dalam 2 tenor yaitu tenor 3 tahun dengan coupon yield 6,4% dan tenor 5 tahun dengan coupon yield 6,7%.
"Penerbitan obligasi ini mendapat respon yang cukup baik, oversubscribe sebanyak 1,15x," jelasnya.
Selain itu, kata dia,Bank Jatim juga menyertakan modal Rp100 miliar kepada Bank NTT sebagai proses pembentukan kelompok usaha bersama (KUB) pada 30 September 2025 lalu sebagai upaya untuk meningkatkan skala bisnis, selain melalui pertumbuhan secara organik.
Bank Jatim memiliki keyakinan bahwa pertumbuhan bisnis juga dapat dipercepat melalui aksi korporasi.
“Sejak akhir 2024, Bank Jatim telah melakukan aksi korporasi berupa penyertaan modal kepada BPD melalui pola Kelompok Usaha Bank (KUB) dan penerbitan obligasi,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (30/10/2025).
Dia menegaskan pula, setelah mendapatkan restu dari OJK untuk ber-KUB dengan Bank NTB Syariah, tahun ini Bank Jatim akan melanjutkan proses KUB dengan 4 BPD yang sudah menandatangani Share Holder Agreement (SHA).
Seperti halnya aksi korporasi suatu bisnis pada umumnya, kata dia, KUB membutuhkan langkah dan perhitungan bisnis yang akurat termasuk dukungan dari masing-masing Pemegang Saham Pengendali dan OJK tentunya.
“Dapat kami sampaikan juga bahwa pada tanggal 30 September 2025, Bank Jatim telah melakukan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar kepada Bank NTT sebagai proses pembentukan KUB. Diharapkan dalam waktu dekat, OJK akan memberikan izin efektif untuk pelaksanaan konsolidasi antara Bank Jatim dengan Bank NTT,” tegasnya.
Dia meyakinkan, Bank Jatim terus berkomitmen untuk menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan sekaligus menjadi BPD yang memiliki keunggulan kompetitif.
Sesuai dengan visinya untuk menjadi BPD No. 1 di Indonesia, pada tahun 2025 ini Bank Jatim berfokus pada 3 sasaran utama. Yaitu peningkatan kualitas aset dan liabilitas, pendalaman ekosistem digital, dan peningkatan skala bisnis.
Dalam poin peningkatan kualitas aset dan liabilitas, kata dia, Bank Jatim menekankan pada pertumbuhan bisnis yang berfokus pada kualitas aset yang baik dan pertumbuhan dana yang berkelanjutan. Kemudian, penyaluran kredit disalurkan secara prudent dan selektif, memiliki profil resiko yang terukur serta prospek yang baik dan peningkatan dana pihak ketiga yang berkelanjutan.
“Peningkatan kapasitas bisnis Bank Jatim dilakukan melalui pendalaman ekosistem digital dengan cara mengintegrasikan semua lini bisnis dari pasar yang menjadi pangsa pasar terbesar Bank Jatim baik dari sektor keuangan pemerintah daerah, UMKM, maupun masyarakat ke dalam ekosistem layanan digital yang mudah, cepat, dan aman,” paparnya.