Bisnis.com, SURABAYA — Satuan Tugas Penanganan Radiasi Radionuklida Cs-137 menyampaikan perkembangan penanganan kontainer berisi komoditas cengkih ekspor milik PT Natural Java Spices (NJS) yang disebut terkontaminasi Cesium-137 oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA). Kontainer tersebut telah tiba kembali di Terminal Petikemas Surabaya, Sabtu (1/11/2025) malam.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Edward Nixon Pakpahan mengatakan pemeriksaan lanjutan dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Menurut Nixon, satgas tidak berwenang mengungkap hasil pemeriksaan sebelum otoritas teknis menyampaikan laporan resmi.
"Jadi ada prosesnya, itu scientific. Jadi nanti, sekali lagi kita menunggu, dengan cepat otoritas yang melakukan pemeriksaan sampai kemudian mereka yang berotoritas menyatakan, apakah benar sesuai dengan pernyataan pihak luar (FDA) angkanya seperti apa," ujarnya dalam konferensi pers di Terminal Petikemas Surabaya, Selasa (4/11/2025).
Ia memastikan langkah penanganan awal di pelabuhan telah sesuai prosedur. "Bahwa apa yang dilakukan otoritas pelabuhan sudah benar hari ini, bahwa terhadap yang disebut berita itu sudah dipisahkan, sehingga itu akan diperiksa lebih lanjut," kata Nixon.
Lebih lanjut, Nixon menegaskan proses verifikasi dan penentuan status barang sepenuhnya berada di BRIN dan Bapeten. "Jadi, kami tidak boleh menyatakan sekarang apakah (komoditas cengkih) itu suspect atau bukan, tidak boleh. Nanti otoritas yang memeriksa dan menyatakan ke kita semua suspect atau tidak, biarkan yang berotoritas menyatakan statusnya," ucapnya.
Sebelumnya, FDA melaporkan temuan kontaminasi Cesium-137 pada cengkih asal Indonesia yang dikirim PT Natural Java Spices ke California. Berdasarkan laporan itu, FDA memblokir seluruh impor rempah dari perusahaan tersebut. Sekitar 200.000 kilogram cengkih dilaporkan telah dikirim ke AS sepanjang tahun ini.
FDA menyatakan kadar radiasi yang terdeteksi berada di bawah batas perlindungan kesehatan, tetapi tetap memandang temuan ini serius karena potensi dampak kesehatan jangka panjang bagi konsumen.
Pada Agustus 2025, FDA juga mendeteksi kontaminasi Cs-137 pada produk udang beku PT Bahari Makmur Sejati (BMS), pemasok besar ke pasar AS yang telah mengirimkan 38.000 ton udang pada tahun tersebut. Lembaga itu menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap produk asal Indonesia, baik rempah maupun hasil laut, dan menahan produk dari dua eksportir tersebut hingga ada bukti perbaikan