Gubernur Jabar Dedi Mulyadi resmikan pabrik Deli di Karawang, dorong serapan tenaga kerja lokal dan perkuat SDM dengan program pendidikan industri. [479] url asal
Bisnis.com, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri groundbreaking ceremony pembangunan pabrik baru Deli di Kawasan Industri Artha Industrial Hill, Kabupaten Karawang, Rabu (26/11/2025).
Dalam sambutannya, KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, menyampaikan harapannya agar kehadiran pabrik baru tersebut dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dari wilayah sekitar sehingga mendorong terciptanya multiplier effect bagi perekonomian Jawa Barat.
"Hadirnya industri melahirkan ribuan bahkan jutaan tenaga kerja. Dari industri juga lahir sektor-sektor ekonomi baru yang bergerak dan berputar di sekitar kawasan industri," ujarnya.
Gubernur Jabar itu juga mengapresiasi komitmen Deli sebagai industri yang selama ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pendidikan dan perkantoran di Indonesia.
"Atas nama Pemprov Jabar, saya mengucapkan terima kasih atas kontribusi Deli dalam mendukung aktivitas intelektual rakyat Indonesia. Industri ini memiliki peran strategis karena bergerak di bidang pendidikan dan perkantoran," ungkapnya.
KDM menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim investasi di Jawa Barat agar tetap menjadi yang terbaik di Indonesia. Menurutnya, hadirnya pabrik baru Deli semakin mengukuhkan Jawa Barat sebagai rumah bagi industri yang ingin tumbuh dan berinvestasi.
"Saya akan menjaga iklim investasi di Jabar agar tetap nomor satu di Indonesia," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur KDM juga memperkenalkan aplikasi Nyari Gawe, layanan resmi Pemda Provinsi Jawa Barat yang mempermudah masyarakat dalam proses pencarian kerja. Ia meminta perusahaan memanfaatkan aplikasi tersebut ketika membuka lowongan pekerjaan.
"Aplikasi Nyari Gawe jadi solusi, membuktikan bahwa negara hadir untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Lamaran kerja dan wawancara bisa satu pintu disitu, masyarakat gak perlu antri di pagar perusahaan," jelasnya.
Dedi Mulyadi mengatakan pertumbuhan industri di Kabupaten Karawang harus disertai dengan penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tujuannya, agar masyarakat di sekitar dapat memenuhi kebutuhan industri.
Menurut KDM, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) akan membiayai 1.000 lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan di SMK berbasis industri.
"Pemdaprov mulai tahun ini akan mempersiapkan 1.000 anak lulusan SMP untuk masuk SMK berbasis industri, biayanya ditanggung semua oleh Pemdaprov Jabar," katanya.
Para lulusan SMP itu tidak tinggal bersama orang tuanya, tetapi indekos. Tujuannya, agar mereka tidak terbawa gaya hidup di kampungnya sehingga terbentuk karakter kepemimpinan.
Selain menyiapkan 1.000 anak, kata KDM, Pemda Provinsi Jabar akan mempersiapkan juga 500 calon Diploma Tiga Teknologi Informasi dan politeknik untuk menjadi manajer di industri. Dua langkah tersebut bertujuan agar masyarakat Karawang dapat merespons pertumbuhan industri dengan baik.
"Untuk apa? Saya ingin di Karawang itu, sebagai kawasan industri terbesar di Jawa Barat setelah Bekasi, kelas menengah lahir. Manajernya dari Karawang, maka nanti asisten manajernya dari Karawang, pemimpinnya dari Karawang, karyawan dari Karawang," tutur KDM.
Dalam sambutannya, KDM juga mendorong masyarakat Karawang untuk membaca peluang dari pertumbuhan industri, seperti menyiapkan kebutuhan makan para pekerja, menyiapkan tempat sewa, sampai transportasi publik.
"Harus menangkap industri hilirnya. Industri hilirnya apa? Jadi pedagang. Industri hilirnya apa lagi? Kuasai transportasi publiknya, menyiapkan sarana pendidikannya, menyiapkan taman kanak-kanak mereka yang jadi karyawan, menyiapkan pendidikan," ucapnya.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi resmikan pabrik Deli di Karawang, dorong serapan tenaga kerja lokal dan perkuat SDM dengan program pendidikan industri. [479] url asal
Bisnis.com, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri groundbreaking ceremony pembangunan pabrik baru Deli di Kawasan Industri Artha Industrial Hill, Kabupaten Karawang, Rabu (26/11/2025).
Dalam sambutannya, KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, menyampaikan harapannya agar kehadiran pabrik baru tersebut dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dari wilayah sekitar sehingga mendorong terciptanya multiplier effect bagi perekonomian Jawa Barat.
"Hadirnya industri melahirkan ribuan bahkan jutaan tenaga kerja. Dari industri juga lahir sektor-sektor ekonomi baru yang bergerak dan berputar di sekitar kawasan industri," ujarnya.
Gubernur Jabar itu juga mengapresiasi komitmen Deli sebagai industri yang selama ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pendidikan dan perkantoran di Indonesia.
"Atas nama Pemprov Jabar, saya mengucapkan terima kasih atas kontribusi Deli dalam mendukung aktivitas intelektual rakyat Indonesia. Industri ini memiliki peran strategis karena bergerak di bidang pendidikan dan perkantoran," ungkapnya.
KDM menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim investasi di Jawa Barat agar tetap menjadi yang terbaik di Indonesia. Menurutnya, hadirnya pabrik baru Deli semakin mengukuhkan Jawa Barat sebagai rumah bagi industri yang ingin tumbuh dan berinvestasi.
"Saya akan menjaga iklim investasi di Jabar agar tetap nomor satu di Indonesia," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur KDM juga memperkenalkan aplikasi Nyari Gawe, layanan resmi Pemda Provinsi Jawa Barat yang mempermudah masyarakat dalam proses pencarian kerja. Ia meminta perusahaan memanfaatkan aplikasi tersebut ketika membuka lowongan pekerjaan.
"Aplikasi Nyari Gawe jadi solusi, membuktikan bahwa negara hadir untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Lamaran kerja dan wawancara bisa satu pintu disitu, masyarakat gak perlu antri di pagar perusahaan," jelasnya.
Dedi Mulyadi mengatakan pertumbuhan industri di Kabupaten Karawang harus disertai dengan penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tujuannya, agar masyarakat di sekitar dapat memenuhi kebutuhan industri.
Menurut KDM, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) akan membiayai 1.000 lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan di SMK berbasis industri.
"Pemdaprov mulai tahun ini akan mempersiapkan 1.000 anak lulusan SMP untuk masuk SMK berbasis industri, biayanya ditanggung semua oleh Pemdaprov Jabar," katanya.
Para lulusan SMP itu tidak tinggal bersama orang tuanya, tetapi indekos. Tujuannya, agar mereka tidak terbawa gaya hidup di kampungnya sehingga terbentuk karakter kepemimpinan.
Selain menyiapkan 1.000 anak, kata KDM, Pemda Provinsi Jabar akan mempersiapkan juga 500 calon Diploma Tiga Teknologi Informasi dan politeknik untuk menjadi manajer di industri. Dua langkah tersebut bertujuan agar masyarakat Karawang dapat merespons pertumbuhan industri dengan baik.
"Untuk apa? Saya ingin di Karawang itu, sebagai kawasan industri terbesar di Jawa Barat setelah Bekasi, kelas menengah lahir. Manajernya dari Karawang, maka nanti asisten manajernya dari Karawang, pemimpinnya dari Karawang, karyawan dari Karawang," tutur KDM.
Dalam sambutannya, KDM juga mendorong masyarakat Karawang untuk membaca peluang dari pertumbuhan industri, seperti menyiapkan kebutuhan makan para pekerja, menyiapkan tempat sewa, sampai transportasi publik.
"Harus menangkap industri hilirnya. Industri hilirnya apa? Jadi pedagang. Industri hilirnya apa lagi? Kuasai transportasi publiknya, menyiapkan sarana pendidikannya, menyiapkan taman kanak-kanak mereka yang jadi karyawan, menyiapkan pendidikan," ucapnya.
1764147532_b25ba768-5b75-4337-bb5f-5fded1b76028.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56