Bisnis.com, JAKARTA - Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, mengatakan Indonesia memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan sektor gastronomi. Kekayaan kuliner yang tersebar di berbagai daerah dinilai menjadi aset penting yang dapat mendorong pertumbuhan segmen tersebut di masa depan.
Rizki menjelaskan bahwa gastronomi tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga mencakup nilai budaya yang melatarbelakanginya. Dengan lebih dari 500 kelompok etnis yang tersebar di berbagai daerah, Indonesia memiliki keragaman tradisi dan warisan kuliner yang sangat kaya, sehingga menjadi kekuatan besar dalam pengembangan gastronomi nasional.
"Keanekaragaman tersebut menjadi kekuatan besar yang membedakan Indonesia dari negara lain," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, (23/6/2026).
Pihaknya kini juga tengah mendorong pengembangan gastronomi sebagai salah satu segmen pariwisata baru di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian telah menyelenggarakan program Wonderful Indonesia Gastronomy yang difokuskan pada kurasi serta promosi kekayaan gastronomi Nusantara kepada masyarakat luas maupun pasar internasional.
Selain itu, berbagai pameran industri seperti InterFOOD juga dinilainya dapat berkontribusi dalam memperkuat ekosistem gastronomi nasional. Menurutnya, pameran menjadi sarana promosi yang efektif karena menghadirkan gambaran menyeluruh mengenai industri pangan, mulai dari penyediaan bahan baku, pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, hingga produk makanan yang siap dipasarkan kepada konsumen.
"Ke depan, saya membayangkan keterlibatan yang lebih besar dari pelaku wisata gastronomi, termasuk biro perjalanan yang menawarkan paket wisata gastronomi. Jika itu bisa terintegrasi dalam Interfood, maka ekosistem pariwisata gastronomi Indonesia akan semakin kuat," imbuhnya.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan InterFOOD 2026 merupakan platform nasional bagi industri makanan dan minuman Indonesia yang telah berkembang menjadi ajang berskala internasional.
Tahun ini, pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4–7 November 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang.
Selain menghadirkan beragam produk dan inovasi terbaru, InterFOOD 2026 juga akan dimeriahkan oleh sejumlah program unggulan. Di antaranya La Cuisine Cooking Competition 2026 yang diperkirakan diikuti hampir 1.000 chef dari dalam maupun luar negeri bekerja sama dengan ACP Indonesia, Indonesia Coffee Art Battle (ICAB) dan Roasting Competition bersama Dewan Kopi Indonesia, serta berbagai kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang ditujukan bagi para pelaku industri makanan dan minuman.
"Tahun ini kami menargetkan sekitar 1.500 peserta dari 25 negara. Sekitar 12 negara akan hadir melalui pavilion resmi, sementara peserta lainnya berasal dari berbagai negara di luar pavilion," katanya.
Daud menambahkan, InterFOOD 2026 juga akan menghadirkan program Hosted Buyers sebagai upaya memperluas peluang bisnis bagi para peserta pameran. Melalui program ini, penyelenggara menyiapkan sekitar 1.200 malam penginapan bagi pembeli terpilih dari dalam dan luar negeri.
Para buyers tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Surabaya, Bandung, Makassar, Palembang, Medan, dan sejumlah kota di Kalimantan, serta dari berbagai negara yang akan berpartisipasi dalam pameran tersebut.