Bisnis.com, JAKARTA— Vista Land Group menyebut pertumbuhan pasar rumah subsidi di Kota Serang, Banten, mencapai sekitar 15% pada kuartal I/2026, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Manager Business Development Vista Land Group Arif Budiman Suselo menyebut penjualan rumah subsidi di Serang pada kuartal I/2026 meningkat sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terjadi meski ekonomi global tengah menghadapi tekanan akibat gejolak geopolitik internasional.
“Permintaan rumah subsidi tetap tinggi karena kebutuhan rumah masyarakat, khususnya MBR, memang sangat besar. Rumah masih menjadi kebutuhan utama,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Di Kota Serang, Vista Land Group saat ini mengembangkan dua proyek besar, yakni Puri Harmoni Indah untuk rumah subsidi dan Bukit Mas Residence untuk rumah komersial.
Puri Harmoni Indah dibangun di atas lahan seluas 30 Hektare (Ha). Pada tahap pertama, pengembangan dilakukan di atas lahan 15 Ha dengan target 1.328 unit rumah subsidi.
Hingga saat ini sekitar 750 unit telah terbangun, sebanyak 650 unit sudah akad, dan tersedia sekitar 100 unit ready stock. Tingkat hunian bahkan telah mencapai 70%.
Sementara itu, Bukit Mas Residence yang dikembangkan di atas lahan 13 Ha kini hampir habis terjual. Harga rumah komersial di kawasan tersebut dibanderol mulai dari Rp350 juta hingga Rp800 jutaan.
Arif menambahkan, tantangan terbesar dalam pengajuan KPR masih berkaitan dengan BI Checking atau riwayat kredit calon pembeli, terutama akibat pinjaman online dan kredit macet. Namun demikian, pihak perbankan seperti BCA tetap memberikan ruang kemudahan bagi calon pembeli yang telah menyelesaikan kewajiban kreditnya.
“Selama ada surat lunas, proses pengajuan masih bisa dilanjutkan. Ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Menurut Arif, pasar rumah subsidi di Serang masih sangat besar dan tidak akan habis dalam waktu dekat. Mayoritas pembeli berasal dari kalangan ASN, karyawan swasta, pelaku UMKM, hingga pekerja sektor informal yang ingin memiliki rumah pertama dengan cicilan terjangkau.
“Ketika ekonomi masyarakat meningkat, biasanya yang pertama dibeli adalah rumah. Itu sebabnya pasar rumah subsidi selalu ada,” tuturnya.
Direktur Vista Land Group Esther Kristiany Hadi menjelaskan, tahun ini manajemen menargetkan akan membangun 5.000 unit rumah subsidi dan komersial.
Dia pun menyambut baik program KPR Sejahtera BCA karena dapat memberikan solusi tepat bagi konsumen yang ingin beli rumah dengan luas tanah lebih besar yang harganya di atas harga rumah subsidi FLPP.
”Dengan KPR Sejahtera BCA, konsumen dapat membeli rumah di atas harga rumah subsidi yang seharusnya masuk kategori rumah komersial, tapi tetap dapat menikmati fasilitas seperti rumah FLPP karena plafon kredit yang diberikan BCA sampai dengan Rp350 juta. Dalam istilah Pak Menteri PKP, kelompok ini masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT),” jelasnya.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan pihaknya mendukung penuh program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi prioritas pemerintah. Melalui KPR Sejahtera BCA, perseroan memberikan pembiayaan rumah subsidi tanpa menggunakan jalur FLPP, tetapi tetap menawarkan fasilitas serupa.
Fasilitas tersebut mulai dari uang muka ringan, tenor panjang, suku bunga tetap sebesar 5%, hingga cicilan yang setara dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Seluruh pembiayaan menggunakan dana internal BCA.
“Kami dari BCA support dengan uang sendiri, tidak mengambil subsidi dari pemerintah. Kami juga memberikan subsidi uang muka. Setelah melihat langsung, kualitas bangunan rumahnya sangat bagus dan kami berharap kerja sama ini bisa berkembang lebih besar lagi,” kata Hendra.